Pria tersebut mendorong tubuh nara dan menyudutkan nya di dinding, hari mulai petang bahkan bel pulang sudah berbunyi sekitar 2 jam yang lalu
" akhhh," nara merasakan sakit di punggungnya,
" kau membuat ku sangat marah nara ya. " setelah mengatakan hal tersebut pria tersebut memajukan wajahnya.
Nara mendorong tubuh yang dua kali lebih besar dari tubuhnya untuk menyingkir,
Ingin rasanya ia berteriak namun sesuatu yang basah mengenai leher nya
Pria tersebut mencium leher nara, dan meninggalkan bekas kemerahan di sana.
Nara masih menangis sesekali ia menjambak bahkan memukul kepala sang pria.
Pria tersebut menjauhkan tubuhnya dan memandang nara dengan tatapan yang sulit di artikan.
" dengar, jangan pernah mengabaikan ku, atau kau akan tau akibatnya" setelah mengatakan hal tersebut ia pergi dan meninggalkan nara yang terduduk di rerumputan
Ia menangis dan mencoba menutupi bekas ciuman tersebut, dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 7 malam
Ia memutuskan untuk menginap di rumah sora
Hal yang pertama kali sora lihat adalah keadaan Nara yang sangat kacau
Baju nya kotor, rambutnya kusut dan jangan lupa wajahnya yang penuh dengan airmata
Sora membantu nara agar masuk ke dalam kamarnya, ia menyuruh nara agar membersihkan tubuhnya.
Sora sudah memberi tahu kedua orangtua nya bahwa nara akan menginap dan beruntung kedua orangtua Nara ataupun kedua orangtua sora memperolehkannya
Nara sudah lengkap dengan pakaian tidurnya, ia langsung menutup dirinya dengan selimut tanpa menghiraukan ucapan sora
" makan malam mu sudah siap, "
Setelah mengatakan hal tersebut sora menghampiri nara dan membuka selimut yang menutupi nara
Ia menghela nafas ketika melihat nara pura pura tertidur.
" tak apa kalau kau tidak mau cerita tapi setidaknya makan dulu,baru tidur, kau bisa sakit "
Sora mengelus pundak nara namun nara menepisnya dengan kasar " jangan sentuh aku.. !" Teriaknya
Sora menjauhkan dirinya dari nara
" ada apa, ?" Tanya sora hati hati
Nara tampak menundukkan kepalanya. Sora hanya bisa parah jika nara sudah seperti ini.
Keesokan harinya nara berniat untuk bolos sekolah namun sebuah pesan muncul dan itu membuat nara segera bergegas pergi ke sekolah.
Ia melupakan sarapan nya, bahkan pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.
Dilihatnya sekumpulan pria tengah mengelilingi seorang wanita, yang bisa di katakan nerd.
Wanita tersebut menangis namun tak bergerak seincipun
Nara menelpon salah satu guru dan menangkap sekumpulan pria tersebut, namun nara tak menyadari bos dari mereka menatap nara dengan smirknya.
Drezz drezz
Nara melihat sebuah panggilan masuk dan tak berniat menjawab namun sebuah pesan muncul " jangan mengulangi kesalahan yang sama nona atau kau akan tau akibatnya "
Secepatnya ia menghubungi panggilan yang tadi, terdengar sebuah kekehan dari sebrang sana
" temui aku ketika pulang sekolah, aku akan menunggumu di halte "
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanficMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
