" eomma! Dia bukan siapa siapa?"
"Lalu kenapa kau membawanya ke sini?"
"Aku hanya menolong nya sungguh"
" kalau sudah sadar, kau harus mengantarkannya pulang arra?"
"Nde"
Nara mendengar percakapan tersebut setelah beberapa menit tersadar
Ia ada di sebuah kamar dengan nuansa blue black dan di balik pintu ia mendengar percakapan tersebut
Tubuhnya sangat lemas, ia melihat tangannya sudah di infus.
Ia juga melihat sebuah jas dokter menggantung di pojok ruangan serta sebuah etalase dengan berbagai macam alat medis yang sama sekali tidak ia ketahui
Ceklek
" eohh kau sudah sadar?"
Seorang pria dengan balutan kemeja putih dan celana bahan serta rambut yang menjulang tinggi menampilkan dahi nya yang putih membuat nara terdiam
" gwenchana?"
Nara kembali tersadar ia mengangguk dan mencoba agar mendudukan dirinya
" apa ada yang sakit?" Tanya pria tersebut
Nara hanya menggeleng tenggorokannya kering, ia melirik segelas air di atas nakas dan pria tersebut membawakan gelas tersebut
Nara meminumnya secara perlahan lalu mengembalikan gelas tersebut
" kamsahamnida "
"Eohh park hae sung imnida, " pria tersebut mengulurkan tangannya dan nara menjabat tangan tersebut
"Kim nara imnida,maaf bolehkah aku bertanya ?''ucap nara ragu
Pria itu mengambil kursi dan mendudukan dirinya di sebelah ranjang
"Eohh tentu saja"
" mianhe kenapa aku ada di sini? Maksudku terakhir yang aku ingat aku berada di sungai han "
Pria tersebut mengangguk "ahh kau pingsan setelah aku menepuk pundakmu, karna panik aku membawamu kerumah ku"
"Mianhe karna merepotkan, bisakah aku meminjam ponselmu, aku ingin menghubungi salah satu temanku"
"Baiklah"
Pria tersebut merogok saku celananya dan memberikan ponselnya pada nara.
Nara menghubungi sora dan hal pertama yang ia dengar adalah pekikan sora yang sangat keras
" yak! Kau dimana? Hampir mati aku mencarimu!"
Nara menjauhkan ponselnya dari telinga dan menghela nafasnya
"Mianhe, bisakah kau menjemputku, akan ku kirim alamatnya padamu"
"Ahh arra, "
Nara menutup panggilan tersebut dan memandang pria tersebut
" bisakah kau menulis alamatmu?" Tanya nara sambil menyodorkan ponselnya
Pria tersebut menggangguk dan mengetik alamat rumahnya lalu menekan tombol send
Kini nara menghela nafasnya, hatinya benar benar kacau.
Haesung ingin bertanya perihal kenapa nara malam malam berada di sungai han namum ia mengurungkan niatnya ketika melihat Nara terpejam tapi meneteskan air mata
" nara -shi aku akan keluar dulu,kalau butuh apa pun panggil saja pelayan.
Nara membuka matanya, " gomawo, maaf merepotkanmu"
" gwenchana istrirahatlah, akan ku bawakan makanan untuk mu"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
