frustasi

8K 619 8
                                        

Cahaya yang masuk mengusik seseorang yang tengah tertidur nyenyak dengan selimut tebal serta pemanas ruangan.

Jangan lupa ranjang yang empuk.

Namun semua tak berlangsung lama ketika seseorang membunyikan bel

"Eungg,aishhh siapa yang bertamu pada jam segini"

Namjoon bangkit dan melesat ke kamar mandi.

Ketika ia ingin membuka pintu, sesuatu menghalangi pintu hingga membuat namjoon mendobrak pintu tersebut

"Yak !!kamcagiya....kenapa ia tidur di sini?" namjoon berjongkok dan mengsejajarkan tubuhnya dengan gadis tersebut.

"Yak,ireona!"

Namun ketika namjoon menyentuh pipi gadis tersebut ia langsung panik.

"Yak kau..aishh aku lupa namamu..yak ireona" teriak namjoon

Ia mengangkat tubuh tersebut dan membaringkannya di kasur.

Ia menyelimuti tubuh yang sangat dingin ,bibir yang membiru serta wajah yang sangat pucat membuat namjoon panik.

Pasalnya ini adalah kesalahannya. namjoon mengacak rambutnya kasar.

Ting tong

Namjoon segera menaikan suhu ruangan tersebut dan langsung membuka pintu.

Hal yang pertama ia lihat adalah kedua orangtuanya yang tengah membawakan troly yang berisi makanan.

"Eohh eomma, ada apa??

Kedua orang tua namjoon tersenyum penuh arti karna melihat keadaan namjoon yang bisa di bilang acak acakan.

Rambut yang tadi ia acak, kancing atas yang terbuka.serta wajah yang gugup membuat kedua orangtua namjoon tersenyum

"Kami hanya ingin mengantarkan makanan dan apakah istrimu sudah bangun??"pertanyaan dari eomma namjoon membuat namjoon semakin gugup pasalnya istrinya tersebut tengah sakit dan itu karna kebodohan dirinya.

"Hmmm...dia sedang tidur,kurasa ia lelah eomma.jangan mengganggu nya " ucap namjoon mengada ngada

Orang tua namjoon mengangguk dan memberikan troly tersebut pada namjoon. "Baiklah,kami pergi dulu,jangan menyakitinya, atau kau akan tau akibatnya" ucap appa namjoon memperingati.

Namjoon menelan ludahnya secara kasar. Ia menggaruk tengkuknya dan tersenyum "arraseo, sebaiknya aku masuk,annyeong eomma appa"

Blam

Kedua orang tua namjoon tersenyum dan berdoa semoga mereka segera di berikan cucu.

Di sisi lain.

Namjoon menghela nafasnya ia segera beralih pada gadis yang tengah menggigil di atas ranjang

"Yak, ireona" teriak namjoon

Gadis tersebut mengerjapkan matanya dan mengeratkan selimut tersebut.

"Dingin " ucapnya parau..

"Ahh sudah puas tidurnya, cepat bereskan kamar ini aku akan sarapan ketika aku selsai sarapan kamar ini harus sudah beres"

Gadis tersebut hanya diam dan mencoba untuk mengatakan bahwa ia sedang tidak baik baik saja,namun namjoon seakan tuli dan tak mau tau bahwa gadis tersebut sedang sakit.

Gadis tersebut memandang langsung ke arah mata namjoon dan namjoon melihat bahwa gadis tersebut sangat lemah.

".cepat bangun atau aku akan menyeretmu dan mengurungmu seperti semalam"

Gadis tersebut tersenyum dan bangkit .ia menguatkan dirinya secara mental beserta fisik. baru beberapa langkah ia berjalan ia kembali merasakan pusing yang amat luar biasa.

Namjoon yang melihat gadis tersebut terjatuh hanya tertawa meremehkan " ternyata kau adalah gadis yang lemah "

Setelah itu namjoon pergi ke meja makan dan meninggalkan gadis tersebut.

Semua makanan ia sajikan di atas meja setelah itu ia mulai melahap makanan tersebut sambil membuka pesan chat dari teman temannya.

Sebagian chat tersebut membahas namjoon yang baru saja menikah dan namjoon muak dengan status nya yang telah menikah

"Aku membencimu nyonya shin, aku akan membalas semua yang telah kau lakukan " batin namjoon

Prangg..

Suara pecahnya kaca membuat namjoon menghela nafas "apa lagi yang ia perbuat ya tuhan "

Ia melangkahkan kakinya ke arah kamar dan betapa terkejutnya ia ketika melihat gadis tersebut tergeletak dan di pinggir tubuhnya terdapat pecahan kaca dan vas bunga

"Dasar gadis menyusahkan " namjoon membawa gadis tersebut ke ranjang dan menidurkannya di sana.

Panas menyerang tubuh gadis tersebut.tubuh yang semula dingin kini semakin panas bahkan keringat dingin yang memenuhi wajahnya membuat namjoon sedikit merasa iba.

Ia menyentuh dahi gadis tersebut dan
ia langsung meringis ketika merasakan panas di dahi gadis tersebut.

"Aishh ,kenapa ia demam??." Tanyanya pada diri sendiri

"Dingin " ucap gadis tersebut sambil mengeratkan selimut

"Ahhh dingin dari mana. Kau saja berkeringat."

Wajah gadis tersebut semakin pucat. Bibirnya bergetar dan keringat yang bercucuran membuat namjoon merasa khawatir.

"Kenapa aku harua khawatir,ahh dasar gadis merepotkan" ia segera menelpone dokter pribadinya

"Yeobaseyo,hyung bisakah kau kemari,?"

"Waeyo,apa bangtan ada yang sakit??"

"Aniyo,gadis ini maksudku istriku sakit ia demam ".

Terdengar sedikit kekehan di sana.

"Mian namjoon -ah aku sedang di luar kota."

"Aishh hyung ottokhe?? " ucapnya frustasi

"Dengar baik baik. Pertama cek suhu tubuhnya.

"Hyung aku tak tau pasti berapa suhu tubuhnya namun ku rasa suhu nya melebihi jimin yang sedang demam"

"Baiklah, kedua berikan ia obat penurun panas ,tapi ia harus makan sebelum meminum obat,dan pastikan makanan tersebut tidak yang keras,bubur misalnya,atau sup hangat"

"Baiklah,apa lagi??"

"Pastikan ia tidak makai baju yang basah,maksudku tidak lembab"

Namjoon menghela nafasnya,
"Arraseo "

"Yang terakhir jangan biarkan ia melakukan pekerjaan apapun dan jangan menaikan suhu ruangan. Karna itu akan membuat ia semakin demam,"

"Baiklah aku akan melakukan semuanya kamsahamnida hyung"

Setelah itu sambungan terputus.

"Arrgghh,apa yang kau lakukan namjoon??" Geramnya

tbc....

I Hope a Beautifull MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang