Hembusan angin yang berhembus melalui celah celah jendela membuat nara terbangun.
Ia mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling lalu menghela nafas.
Baru juga ia ingin bangkit sesuatu menahan perutnya dan dilihatnya tangan namjoon yang senan tiasa melilit di pinggang nya.
Nara menyingkirkan tangan namjoon tapi namjoon malah menarik pinggang nara menjadi tidur di sebelahnya.
"Namjoon -ah"
"Biarkan seperti ini dulu, aku sangat lelah" namjoon mengeratkan pelukannya
Nara hanya diam tanpa mengatakan sepatah katapun.
Ia mendongkrakan kepalanya dan melihat wajah tampan suaminya.
Ia tersenyum ketika mendengar dengkuran halus dari namjoon.
Baru beberapa menit ia menikmati pemandangan Indah suara ponsel menggema di atas nakas.
Nara melepas pelukan namjoon dan melihat seok jin baru saja menelepon nya.
Ia menjauhkan diri dari namjoon dan mengangkat panggilan tersebut
" yeoboseyo??, "
"Nara ya.. apa kau sedang bersama namjoon? "
"Nde, oppa. Waeyo??
"Ahhh bocah itu. Katakan padanya jam 11 nanti ke gedung bighit. "
" baiklah, oppa maaf sebelumnya aku sempat merepotkanmu"
" gwenchana, yang penting sekarang kau tak apa apa.jadi jangan pernah membuat kami khawatir arrachi?"
" arraseo "
" baiklah aku tutup telponnya annyeong"
" annyeong"
Nara melihat ke arah namjoon dan menghela nafas baru juga ia merasakan pagi yang Indah kini namjoon sudah harus pergi lagi.
"Tak apa nara ini demi kebaikanmu" batinnya
Nara bergerak ke arah kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selsai dengan ritualnya ia melenggang ke dapur dan meringis karna persediaan makanan sudah habis hanya tersisa roti dan selai
Ia memutuskan membuat roti panggang saja dengan secangkir teh dan kopi untuk namjoon.
Dilihatnya jam sudah menunjukan pukul 10 ia bergegas membangunkan namjoon.
" namjoon - ah ireona"
" namjoon? "
Terdengar suara lengkuhan dan akhirnya namjoon terbangun hal yang pertama kali ia lihat ialah wajah cantik istrinya.
Ia bangkit dan meregangkan tubuhnya.
" apa tadi ada yang menelepon? " tanya namjoon sambil bersandar di dashboard
" ne, seok jin oppa menelpon dan mengatakan kau harus ke bighit pukul 11 nanti. "
Namjoon mengangguk dan memperhatikan wajah nara " pasti ada yang tidak beres " batinnya
Namjoon mengambil ponselnya di atas nakas dan menelpon hyungnya.
"Yeobaseyo?"
"Yeobaseyo?, namjoon -ah kau harus ke bighit jam 11"
Namjoon menghela nafas ,baru saja ia ingin minta ijin tapi kata "harus " yang di keluarkan dari mulut hyungnya bersifat mutlak.
" hmm, arra"
" kenapa suaramu seperti itu?" Tanya seok jin di sebrang sana.
Namjoon melihat ke arah nara yang sedang membereskan pakaian untuk nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
