Langit yang mendung serta rintikan air hujan yang mengenai jendela kamar serta suara petir yang saling bertautan tak membuat seorang wanita menghentikan tangisannya
Bahkan ini sudah seminggu lamanya, namun tangisan tersebut seakan tak surut
Namjoon masuk ke dalam kamar nya dan melihat istrinya seperti biasa.
Duduk di atas kasur dengan pandangan ke jendela. Serta air mata yang terus menetes
Membuat nara semakin kurus. Ia sama sekali tak menyentuh makanannya di atas meja nakas.
Keluarga dan juga teman nara begitu khawatir akan keadaan nara
" nara - ya?"
Namjoon mendudukan dirinya di samping Nara. Ia membawa tubuh nara yang kecil ke pelukannya
" uljima, "
Hanya kata itu yang selalu namjoon ucapkan
Nara mulai jengah, ia kira namjoon akan menceritakan siapa wanita yang bersamanya namun namjoon bungkam
" Namjoon -ah? "
Setelah sekian lama Namjoon baru mendengar nara memanggilnya kembali
" hmm? "
" bolehkah aku bertanya?" Ucapnya ragu.
Namjoon menganguk dan masih memeluk nara
" apa yang kau lakukan di luar negri kemarin?" Tanya nara hati hati
Ia berharap Namjoon menceritakan atau membahas sedikit tentang wanita tersebut namun nara salah
"Hanya bekerja, dari pagi sampai malam lalu istirahat "
Nara menahan tangisannya, hatinya kembali sakit ketika mengetahui Namjoon berbohong.
" wae?, ahh ya bolehkah kini aku bertanya?"
Nara hanya membalas dengan deheman
" siapa pria yang memeluk mu?" Tanya Namjoon tegas.
Nara melepaskan pelukannya dan memandang kedua bola mata suaminya
Hanya sebuah kesedihan yang kini nara lihat, namun ada satu titik di mata namjoon, nara melihat sebuah kekhawatiran.
" hanya teman" nara mengucapkan hal tersebut dengan nada yang sedikit datar
Ia ingin melihat respon namjoon
Sedangkan Namjoon hanya diam sambil mengangguk " oh hanya teman?, apa teman harus berpelukan di depan suaminya? "
Nara sudah membahas hal ini ketika pulang dari rumah sakit namun lihatlah kini namjoon membahasnya lagi
" sudahlah, aku ingin ke kamar mandi" ketika nara hendak berjalan ke kamar mandi suara namjoon menghentikannya
"Apa anak yang kau kandung dulu, bukan anakku?, apa itu anak pria brengsek itu?"
entah sadar atau tidak namjoon meninggikan suaranya
Nara berbalik dan memandang Namjoon dengan tatapan tak percaya
" bagaimana bisa kau mengatakan hal tersebut,? "
Nara bersusah payah agar tak mengeluarkan air matanya
Namjoon berdiri dan mendekati nara ia mencengkram bahu nara dengan lumayan keras
" akhhh"
" namjoon ah appo "
Ringisan nara tak membuat namjoon sadar, ia mendorong tubuh nara dan menyudutkan nya di dinding
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hope a Beautifull Married
FanfictionMenikah tanpa adanya Cinta dan hanya bermodal perjodohan membuat kehidupan menjadi kacau namun ini bukanlah akhir dari cerita namun ini awal dari kehidupan
