light

3.1K 303 12
                                        

Semua sudah gelap..mulai dari cuaca, ataupun harapan.

Nara memilih mengakhiri hidupnya namun tuhan berkehendak lain. Ia mengirim seorang pangeran dan mulai memberikan sepercik cahaya untuk kehidupan nara.

.....

Burkkk

Akhhhh

"Yak , apa yang kau lakukan? "

Pandangan nara begitu kosong.. fikirannya kosong semuanya gelap.

Ia memegang bahu nara, dan beberapa detik kemudian nara menangis . Sedangkan seok jin hanya menepuk bahu nara

"Tenanglah, semua akan baik baik saja" seok jin mencoba menenangkan nara.

Sedikit demi sedikit tangisan nara mereda .ia menghapus air matanya

"Tenanglah, ada aku di sini,kau bisa menceritakan apapun pada ku"

Nara memandang wajah seok jin ada sepercik harapan di hatinya. Ia pun menceritakan semuanya dan seok jin senan tiasa mendengarkan semua cerita nara.

Ia tak percaya dongsaengnya seperti itu, seok jin menggenggam tangan nara dan menyuruh nara agar melupakan hal tersebut

"Nara- ya dengar, bukanya aku membela namjoon tapi berikan dia kesempatan. Apa kau tau setiap ia di dorm ia selalu menceritakan semua tentang mu" .

Nara menundukan kepalanya " aku tak tau harus bagaimana " ucapnya dalam hati.

Seok jin membawa nara ke pelukannya awalnya nara terkejut namun sebuah kehangatan muncul di hati kecil nya.

Ia membalas pelukan seok jin. Dan menenggelamkan kepalanya di dada seok jin sambil menangis. seketika kepalanya berdenyut.

Lalu ia memegang kepalanya dan ia pingsan di pelukan seok jin

Seok jin panik ia ingin membawa nara ke apartemen namun pikirannya kalut ketika melihat darah keluar di hidung nara..

Seok jin menggendong nara ala bridal style ke dalam mobil dan melajukannya ke rumah sakit.

Sepanjang jalan darah di hidung nara semakin banyak. Dan itu membuat seok jin mau tak mau melajukan mobilnya dengan kecepatan rata rata.

Sesampainya di rumah sakit ia meminta tolong pada perawat agar membawa nara ke ruang ICU.

bersyukur tak terlalu banyak orang di rumah sakit karna waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari.

Seok jin sangat khawatir dengan keadaan nara ia memutuskan untuk menunggu dokter yang menangani nara.

Ceklek.

Dokter tersebut keluar dan langsung menemui seok jin

" chogio..?" Ucap dokter tersebut.

Seok jin langsung bangkit dan menanyakan keadaan nara

" bagaimana keadaanya?  "

Dokter tersebut mengatakan bahwa keadaanya baik baik saja namun karna nara terlalu banyak menangis dan stress serta udara dingin yang menyerang nara membuat nara pingsan.

Nara membutuhkan banyak istirahat dan dokter menyuruh beberapa perawat untuk memindahkan nara ke ruang vvip.

Kini nara sudah di pindahkan ke kamar vvip tepatnya ruang nomor 112 dimana tempat tersebut khusus bagi kalangan orang orang penting.

Seok jin sengaja tak memberitahu namjoon .

Ia yakin namjoon akan menghubungi nya namun itu semua hanya perkiraan seok jin saja nyatanya hingga pagi pun namjoon belum juga menelepon nya.

I Hope a Beautifull MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang