"Baiklah. Pertemuan kita hari ini sampai di sini, Jangan lupa untuk mengunpulkan tugas kelompok." ucap seorang pria tua pada mahasiswa/i yang ada. Pria itu segera keluar dari kelas saat setelah mengambil barnag-barangnya di atas meja.
Para Mahasiswa dan Mahasiswipun berhamburan keluar dari kelas saat dosen yang mengajar sudah keluar dari kelas. Termasuk Anin.
Anin melangkah keluar dari kelas saat melihat semua teman-teman sekelasnya keluar.
"Hey, Nin." Sapa seseorang pada Anin. Seseorang itu mencekal lengan Anin membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Ada, Apa?" Tanya Anin pada seseorang itu seraya melepaskan tangannya dari lengan Anin.
"Gue cuman mau ngasih tahu. kalau tugas kelompok nanti buat di rumah gue."
Anin mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Rifky---Seseorang yang menahan langkahnya. "Kenapa harus di rumah, Lo?" Tanyanya.
"Yah.. karna gue..."
"Gue mau bikin tugas kelompok tapi gue yang nentuin tempatnya."
"Kok Lo?"
"Mau apa, nggak?" Tanya Anin malas pada Rifky, Tugas kelompok yang di berikan dosen barusan hanya berisikan tiga orang. Yaitu Anin, Rifky dan Adel. tahukan maksudnya.
"Kenapa nggak mau di rumah gue?"
"Ada dua alasan. Satu gue nggak suka ke rumah cowok yang nggak gue kenal dnegan baik, Dua. Bisa saja lo ngelakuin yang aneh-aneh ke gue sama Adel. Secara lo kan, terkenal dengan kelakuan buruk lo terhadap cewek-cewek." Ucap Anin blak-blakkan menolak permintaan Rifky.
Rifky itu mahasiswa abadi. itulah yang sering di ceritakan mahasiswa/i di kampus ini. Dia bad boy samaa seperti sahabat Anin. tapi kalau membandingkan Rifky dan sahabatnya. Sahabatnya lebih baik dari pria ini. Sahabatnya mungkin bad boy tapi tidak memiliki sifat kurang ngajar seperti Rifky.
"Ya, Udah." pasrah Rifky, "Kita bakal bikin tugas di mana dan kapan?" lanjutnya bertanya.
"Nanti gue kasih tahu." ucap Anin lalu berniat melangkah tapi langkahnya harus di urungkan karna Rifky menahan lengan Anin.
"Apa lagi?" tanya Anin mulai kesal dengan kasar Anin lepeskan tanga Rifky.
"Mau ke kantin, kan? bareng yuk." Ajak Rifky
Anin menggelengkan kepalanya menolak ajakkan Rifky. Para Sahabatnya tidak akan suka melihatnya jalan dengan pria ini. Jadi dia harus menolak lagi pula Anin tidak nyaman berada dengan Rifky.
"Nggak." ucap Anin lalu melanngkahh pergi meninggalkan Rifky yanng menatap punggungnya.
Rifky tersenyum miring menatap kepergian Anin, "Lo boleh aja, Nolak dan jauhi gue saat ini. tapi lihat aja nanti. Gue akan buat lo jatuh cinta sedalam-dalamnya ke gue dan... Setela itu gue bakal ninggalin lo saat gue dapat apa yang gue mau. Jalang seperti lo. cuman pura-pura jual mahal." ucap Rifky yang masih melihat kepergian Anin.
Shakiel Anindya A Gadis yang memiliki warna rambut serta mata yang berwarna cokelat. Berpenampilan tomboi, memiliki teman pria yang terrkenal di kampus ini dan tiga sahabat perempuan. Satu hal yang penting. Anin adalah jalang. itulah yang Rifky tahu tentang seorang Anin. asal usul Anin? yang ia tahu Anin seorang yatim piatu. Ia tidak memiliki Ayah dari kecil sedangkan Ibu? Ibu Anin meninggal dua tahun lalu saa Anin masih duduk di bangku SMA.
Itu yang Rifky dan hampir semua penghuni kampus tahu. Rifky dan lainnya tidak tahu sebenarnya siapa seorang Anin.
Anin atau Shakiel Anindya A alias Andjaya seorang gadis dari empat bersaudara dari keluarga Andjaya. Anin memiliki tiga Kakak laki-laki dan satu adik laki-laki juga dan yang artinya gadis itu anak satu-satunya perempuan ralat bukan hanya anak satu-satunya melainkan juga cucu satu-satunya perempuan di kekuarga Andjaya. Dan soal Andjaya? siapa yang tak mengenal nama besar itu? Nama keluarga besar itu terdaftar sebagai salah satu pengusaha besar se-asia yang pasti setelah nama keluarga Athala.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Teen Fiction#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
