Part. 33

37.9K 2.6K 81
                                        

Selamat membaca

Hari sudah pagi. Arka perlahan mengerjabkan matanya secara senyumnya terukir saat mendapati Anin yang memeluknya erat.

"Pagi sayang," Bisiknya, saraya mengecup kepala, lalu dahi, pipi, hidung, dan terakhir bibir Anin. membuat Anin yang tidur terganggu karnanya

Anin perlahan membuka matanya dan mendapati Arka yang menunduk menatap matanya secara langsung.

"Pagi Al." Sapa Anin dengan suara seraknya.

Arka kembali tersenyum lalu mengecup kepala Anin lagi. "kamu tidur lagi El. Nggak usah pergi ke kampus." Ucap Arka namu mendapatkan gelengan kepala dari Anin.

"Aku harus masuk kampus Al." Ucap Anin.

"Tap__"

"Aku mau ke kampus Al, ada banyak tugas yang harus aku selesaikan." Potong Anin membuat Arka mengangguk pasra.

Anin tersenyum melihat Arka yang selalu mengalah terhadapnya, membuat Anin semakin menyayanginya.

Anin bangun dari tempat tidur membiarkan Arka yang masih berbaring dengan posisi kedua lengan menutup matanya.

"Jangan tidur lagi Al." Peringat Anin sambil menutup pintu kamar mandi.

"Hmp." Jawab Arka.

Arka mengangkat kedua lengannya dari atas matanya setelah itu duduk di atas tempat tidur dan menatap ponsel milik Alvaro yang ia matikan.

Arka melirik pintu kamar mandi sekilas setelah  itu ia beranjak keluar dari kamar Anin
Tak berapa lama Arka keluar dari kamar mandi, Arka kembali ke dalam kamar dan meletakkan pakaian yang ia bawa di atas ranjang milik Anin. setelah itu ia duduk di pinggir ranjang sambil menatap foto foto milik Anin yang sengaja di tinggalkan di rumah mama Anin.

"CLEK."

Suara pintu membuat Arka yang sudah berada di kamar  menatap kearah pintu, dan terlihatlah Anin yang keluar hanya menggunakan handuk dengan kepala yang menunduk serta pipi yang memerah.

"Kamu mau menggodaku, El?" Tanya Arka sambil mengangkat satu alisnya

Anin menggelengkan kepalanya keras Anin tidak bermaksud menggoda Arka, Niat Anin mau mengambil pakaian lamanya yang ada di lamari dan dia lupa akan keberadaan Arka di kamar.

Arka terkekeh kecil melihat Anin, Arka beranjak dari tempat tidur dan berjalan mendekati Anin yang masih menundukkan serta menggelengkan kepalanya.

Arka memengang dagu Anin membuat Anin mendonggak menatap ke arahnya yang sedang tersenyum geli melihatnya.

"Ih.. jan..gan li..at li..at Al. Bu..kan muh..rim." Ucap Anin asal sambil terbata bata.

Arka kembali terkekeh mendengar ucapan Anin, ia menunduk lalu mengecup kening Anin, lalu pipi, hidup dan terakhir bibir Anin, tidak akan ada rasa bosan baginya untuk selalu mengecup Anin.

Arka berlutut menyamakan kepalanya bersama posisi perut datar Anin, memeluk pinggang Anin hingga membuat posisinya semakin dekat dengan perut milik Anin.

"Bunda kamu merah tuh.." ucap Arka lalu mengecup perut datar Anin yang terhalang oleh handuk milik Anin.

Arka mendonggak menatap Anin masih dengan senyun manisnya, "pake bajumu sekarang El, sebelum kamu masuk angin."

Anin mengangguk lalu berjalan menuju lemari yang berisikan pakaian lamanya, sedangkan Arka. Ia masuk kedalam kamar mandi milik Anin.

Anin menghembuskan nafasnya ketika melihat pintu kamar mandi sudah tertutup, tidak berapa lama senyumnya menggembang mengingat ucapan Arka.

Arka-Anin (Proses Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang