Selamat membaca
Given, Adit serta Bintang langsung melangkah dengan cepat masuk ke Perusahan milik Arka, kedatangan mereka membuat para karyawan segera membukuk. tanda menghormati ketiganya.
Mereka masuk ke dalam Lift khusus dan dengan cepat menekan Angka no tiga puluh di mana Anin berada.
Ting.
Suara detingan lift terdengar, Given dan lainnya segera berjalan mendekati meja Sekertaris, dan terlihatlah Sekertaris Arka yang sedanfgmenatap Anin dengan tatapan aneh.
"Anin." Panggil Adit.
Anin menatap Adit dan lainnya. dengan segera ia berdiri dan mendekati tiga pria tersebut.
"Bang, Adit." Ucap Anin denfan suara manjanya.
"Iya, ada Apa? Kenapa menangis?" Tanya Adit sambil membelai rambut Anin.
"Dia," Tunjuk Anin pada Sekertaris Arka yang hanya terdiam menatap Anin dan Adit tak percaya. "Dia bentak Anin. Anin kan cuman tanya di mana Al. Terus kenapa dia nggak ikut rapat dengan Al.." ucap Anin.
Given menatap tajam kearah Sekertaris Arka yabg masig terdiam di tempatnya. "Berani beraninya kau, membentak PUTRIKU!" Ucap Given dengan emosinya, ia juga menekankan kata 'putri' agar Sekertaris tersebut tahu status Anin. Mata Given dan Adit menatap tajam kearah Sekertaris Arka begitupun Bintang yang selalu menampilkan wajah ramahnya kini menatap tajam kearah Wanita tersebut.
"Di mana Arka?" Tanya Given.
"Pak Arka a..da di.. dal..am Pak." Jawab Sekertaris itu membuat Anin melepaskan pelukkannya pada Adit. Dan berjalan medekati Sekertaris tersebut.
BUGH.
Anin memberikan satu pukulan di bibir Wanita itu, "aku udah Bilang. Aku akan menberimu ini." Ucap Anin sambil memperlihatkan kepalan tangannya.
"Jika kamu membohongiku. Kau membiarkanku menunggu selama tiga puluh menit lebih, dan membuat Alku merasa kelaparan karna menunggu makanannya." Ucap Anin.
Given menahan kepalan tangan Anin saat Anin akan mengarahkan Kepalan tangannya, kearah Bibir Wanita yang kini sudah bengkak karna mendapatkan pukulan pertama dari Anin.
CLEK.
Suata pintu terbuka membuat semua menatap kearah Pintu, dan terlihatlah Arka dengan jas yang menggantung di bahunya. "Gina. Apa istriku sudah datang?" Tanya Arka tanpa menatap Kearah Gina. Sekertarisnya. Ia juga belum menyadari keberadaan Anin dan lainnya.
"Al." Ucap Anin.
Anin segera memeluk Arka secara tiba tiba membuat Arka tersentak karnanya. "El?" Ucap Arka.
Arka menatap sekelilingnya. "Papa, Ka Adit dan ka Bintang. Kenapa tidak kasih tahu kalau mau kemari?" Tanya Arka.
"Papa kemari karna Anin tadi telvon, katanya di di bentak sama Sekertaris kamu." Ucap Given.
Arka menatap Sekertarisnya. "Astaga Gina. Mulut kamu kenapa?" Tanya Arka dengan nada prihatin.
Anin yang mendengar ucapan Arka melepaskan pelukkannya lalu menatap kearah Arka yang menatap Sekertarisnya.
"Aku pukul. Siapa suruh dia bohongin Aku." Ucap Anin dengan nada kesal.
Arka menatap Anin dengan tatapan tidak percaya. "Kamu mukul dia?"
"Iya. siapa suruh dia bohongin Aku."
"Saya tidak berbohong. Saya hanya menjalankan tugas yang di perintah Pak Arka. Untuk tidak membiarkan siapa saja masuk ke dalam" ucap Gina cepat meski sedikit kesusahan saat berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Jugendliteratur#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
