Part. 05

45.8K 3.1K 258
                                        

Info: Cerita ini sudah pernah di up tahun lalu, Tapi sempat aku Unpublish. Jadi jangan heran kalau tanggal di akhir cerita berbeda dengan tanggal Up hari ini.

Selamat membaca

Beberapa jam perjalan pesawat akhirnya Arka dan dua temanya sampai di bandara.

"Ar, Aku ikut ke rumah kamu Boleh? Sepupuku belum bisa jemput, Aku." ucap David membuat Arka mengangguk.

"Aku juga Ar, Aku kan tidak punya siapasiapa di sini. Dan hanya kamu yang aku kenal." ucap Rania.

Lagi lagi Arka hanya mengangguk. meski terpaksa. Terpaksa untuk membiarkan Rania ikut dengannya ke rumah.

"Tapi. Aku akan langsung ke Rumah sakit dulu, tak Apa kan?" Ucap Arka.

Kedua teman Arka mengangguk lalu mengikuti langkah Arka yang berjalan keluar bandara.

"Tuan." panggil seorang pria pada Arka.

"Saya di minta untuk menjemput, Anda." Ucap Pria itu.

Arka menatap pria itu setelah mastikan kalau pria itu suruhan Ayahnya ia mengangguk lalu mengikuti Pria yang menjemputnya.

"Kita langsung ke Rumah sakit saja." Ucap Arka ketika pria itu akan segera menjalankan mobil yang di naiki Arka dan dua temannya.

"Baik Tuan." Jawab pria itu.

"Aku tak sabar menemui keluarga Arka" batin Rania

.
.
.

Beberapa menit berlalu Arka kini sudah sampai di rumah sakit. Rumah sakit di mana kedua adiknya di rawat. Selama perjalanan Arka tidak bisa tenang karna memikirkan adik kembarnya.

TOK TOK TOK

Arka mengetuk pintu ruangan di mana Kedua adiknya di rawat.

Clek

Nafiza menatap kearah pintu yang terbuka dan terlihatlah Arka dan kedua temannya.

"Arka." panggil Nafiza berjalan menuju Arka lalu memeluk putranya.

Rania menatap penuh penilaian kearah Bundanya Arka.

"Dia  Ibunya, Arka? Apa ayahnya Arka pelit? Sampe Ibu pake baju ketinggalan jaman. atau Arka hanya orang miskin yang mengaku keluarga Athala?" Batin Rania ketika melihat penampilan Nafiza. Bundanya Arka yang sangat sederhana.

Rania menggelengkan kepalanya "tidak mungkin Arka miskin, secara dia tadi dia naik jet pribadi, terus di jemput pake mobil mahal dan kedua adiknya di rawat di ruangan khusus kayak gini." batin Rania lagi.

"Kamu sama siapa?" tanya Nafiza ketika melihat ke arah belakang Arka. di mana David dan Rania berdiri.

Nafiza merasa tidak nyaman ketika Rania yang menatapnya penuh penilaian, Nafiza sangat tahu hal itu karna dulu ia pernah di tatap seperti itu.

"Ini David dan Rania Bun. Mereka teman Arka di kampus. Mereka kemari ada keperluan" ucap Arka.

"Oh. Iya. Vid, Ran, ini Dundaku" ucap Arka.

"Saya David, Tan" ucap David.

"Saya Rania." ucap Rani

"Bagaimana keadaan Si kembar, Bun?" Tanya Arka.

"Vira sudah sadar tadi, tapi Alvaro belum." jawab Nafiza membuat Arka terdiam.

Arka berjalan mendekati dua ranjang di mana kedua adiknya di rawat.ia berdiri di antara dua ranjang tersebut.

"Kenapa Bisa sampai sepertiini, Bun?" Tanya Arka ketika melihat Keadaan Alvaro yang penuh memar.

"Bunda juga tidak tahu Arka, Devan juga begitu. yang tahu masalah ini cuman si kembar karna mereka yang terlibat."

Arka-Anin (Proses Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang