Selamat membaca
"Jadi, Panti kita akan di gusur?"
"Iya Kak. Panti akan di gusur."
"Kata pemilik tanah, dia udah jual tanahnya ke salah satu pengusaha, tapi Mika nggak tahu pengusaha yang mana."
"Terus gimana dengan keluarga angkat ku? Apa mereka membantu kalian."
"Tidak kak."
Adelia hanya bisa terdiam mendengar ucapan Mika, air matanya terus mengalir menyesali semua yang terjadi.
Pengorbanan yang dia buat sia-sia, mereka yang katanya akan menjamin anak anak panti asuhan serta panti yang mereka tinggali akan baik baik saja, tapi malah berbohong. Kini pantinya akan di gusur, dan Anak anak itu akan menjadi anak anak jalanan.
"Aku sudah melakukan apa yang mereka mau hiks..."
"Aku hiks... memberikan hak ku pada mereka. Hiks.."
"Aku menjadi pembantu di rumah peninggalan orangtua angkatku."
"Aku menjadi penjahat untuk membalas dendam yang tidak seharusnyaku lakukan hiks.."
"Semuaku lakukan, tapi apa balasan mereka? Hiks..."
"Bahkan mereka enggan melihatku berada di sini"
Air mata Mika sudah tak bisa ia tahan lagi hatinya ikut sakit merasakan kepahitan yang di alami Adelia.
Memberikan harta warisan Kedua orangtua Angkat Adelia pada keluarga mereka.
Menjadi pembantu di rumahnya sendiri, bukan hanya menjadi pembantu, ia juga harus menjadi korban tempat pelampiasan amarah keluarga angkatnya. Dan harus menjadi seorang penjahat hanya karna membalaskan dendam yang tak seharusnya ia dendamkan.
Dan satu lagi, Keluarganya tidak satupun yang datang melihatnya di tempat ini.
"Aku akan membantumu, asal kamu jujur, siapa yang menyuruhmu."
Ucapan seorang pria secara tiba tiba, membuat Adelia dan Mika tersentak, mereka sama sama menatap kearah pria tersebut.
"Liven?" Gumam Adelia.
Liven melangkah mendekati Adelia, dengan cepat tangan Liven mengusap air mata Adelia.
"Aku tahu, kamu orang baik. kamu tidak akan melakukan hal itu pada Adikku."
Ucapan Liven membuat Adelia menatapnya bingung "Adik?" Gumam Adelia.
Liven tersenyum lalu memeluk Adelia melepaskan rasa rindunya, rindu karna mencoba menghindari Adelia setelah mengretahui siapa Adelia sebenarnya.
"Apa kamu mau jujur?" Tanya Liven.
Adelia terdiam sesat
"Atau kau ingin tetap berada di sini, dan membiarkan panti asuhan itu di gusur?" Lanjut Liven yang memang tadi sempat mendengar percakapan Antara Adelia dan Mika
Adelia menggeleng kepalanya dengan cepat dia tidak ingin panti asuhan tempat ia tinggal dulu di gusur, dan dia juga tidak ingin melibatkan keluarga angkatnya.
"Kamu tidak ingin memberitahukanku?" Tanya Liven.
Adelia hanya diam begitupun dengan Mika, dan hal tesebut membuat tersebut Liven menghembuskan nafas kasar. dia ingin menolong, tapi yang ingin di tolongnya tidak mau memberikan mau jujur.
"Baiklah kalo itu yang kamu mau." Ucap Liven
Liven menatap Adelia, dalam tak berapa lama ia mendaratkan satu kecupan di dahi Adelia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Teen Fiction#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
