Perhatian!
-Coment bagian yang typo yah...
-Tetap Vote dan coment.
-Bijak dalam membaca, ambil yang baik-baik dan jangan di tiru yang tidak baik.
cuman itu aja...
Dan....
Selamat membaca.
Lelah. Itulah yang di rasakan Anin setelah hampir seharian jalan bersama ketiga Kaka laki-lakinya serta Kakak Ipar dan si kecil Arzelo yang kini tertidur di dekapan sang Bunda.
Kini Anin dan lainnya sudah dalam perhalanan pulang ke rumah mereka. Kakak pertamanya serta Kakak Iparnya duduk di depan bersama si kecil, sedangkan Anin, Bintang dan Liven duduk di belakang dengan Anin berada di tengah tengah Bintang dan Liven.
"Capek ya?" Tanya Bintang sambil mengelus rambut Anin.
Anin mengangguk lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kakak keduanya, tak butuh berapa lama. Anin sudah tertidur nyenyak di bahu Kakanya.
Adit dan Liven segera keluar dari dalam mobil ketika Mobil yang di bawa oleh Adit sudah sampai di Rumah, Dengan segera Adit membukakan Pintu untuk Istrinya, Begitupun juga Liven. ia membukakan pintu Mobil untuk Bintang, yang sudah bersiap membopong Anin yang sudah tertidur.
Adit menatap datar ke arah Naufal yang berdiri di depan pintu "minggir!" ucap Adit membuat Naufal menyingkir dari depan pintu
"Adit." tegur Adiva.
Adit melangkah meninggalkan Adiva dan kedua adiknya yang hanya bisa menghembuskan nafas lelah. lelah dengan sikap.Kakak pertaman mereka yang tidak menyukai adik bungsu mereka, yah... meskipun Naufal bukan adik kandung mereka. Mereka tahu alasan Adit membenci Naufal karna Naufal bukan anak dari Ayah mereka. Naufal hanyalah anak dari istri kegita ayah mereka yang mereka tidak tahu siapa ayah kandung Naufal sebenarnya.
Entah sampai kapan Adit membenci Naufal, padahal Anak itu tidak tahu Apa apa dan tidak pantas mendapatkan kebencian dari Adit.
"Naufal pergi ke dalam ya." Pinta Bintang lembut membuat Naufal mengangguk.
Bintang segera masuk ke dalam Rumah dan langsung menuju lantai dua, tepatnya di kamar Anin.
"Selamat tidur." Ucap Bintang ketika sudah membaringkan Anin di ranjangnya.
Bintang melepaskan sepatu milik Anin, lalu menarik selimut sampai batas dada Anin.
"Cepat Pulang. Jika kau tidak ingin Anin berpaling." Ucap Bintang sambil menatap foto yang berada di nakas Anin, Foto berisikan Arka yang memeluk Anin di pesta pertunangan mereka.
***
Anin dan Devan berjalan bersamaan di koridor Kampus mengabaikan bisik-bisik dari para Mahasiswa. banyak dari mereka yang mengira Devan dan Anin punya Hubungan, mengingat mereka sangatlah krab. Di tambah kelakuan mereka sama sama tidak ada yang beres.
"Jadi apa alasan Lo biarin Aryo bebas?" Tanya Anin ketika ia dan Devan sudah ada di kantin dan duduk bersama Aisyah, Natal, dan Adinda.
"Gue capek!" Jawab Devan
"Capek kenapa?"
"Gue capek liat Mami gue mohon mohon sama Gue." jawab Devan
"Lo nggak sakit hati Van?" Tanya Adinda
"Yah... Sakitlah, lo bayangin aja. Gue di tinggalin dari kecil, pas bertemu dalam keadaan nggak baik-baik aja. Terus tiba-tiba menghilang dan datang lagi cuman mohon-mohon buat minta bebasin Anak tirinya." ucap Devan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Teen Fiction#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
