Sebelumnya...
01 Juni.
Selamat memperingati hari pancasila.
Kita Indonesia, kita berpegang teguh pada nilai pancasila.
Orang yang beretika adalah orang-orang yang memegang nilai-nilai pancasila.
☆☆☆
Kesal, marah dan cemburu. Itulahnyang Anin rasakan saat ini. perasaan yang jarang ia rasakan itu kini menghampirinya membuat Mood gadis itu turun seketika.
Saat ini Anin sedang ada di kamarnya. Ia sedang duduk di kursi dengan kedua sikut tangannya berada di atas meja belajar sedangkan kedua telapak tangannya sedang memegang ponsel berwana gold yang bergambar apel yang di gigit setengah. kalau kata Anin. ponsel itu tidak bagus karna gambar apelnya sudah tidak utuh lagi akibat di gigit tikus saat masih di dalam kotaknya.
Aneh? ya... jangan tanyakan lagi ke anehan gadis itu. untung keluarga sahabat dan temannya sudah hafal dengan kelak anehnya itu.
"Apaa sih, Arka!" Geram Anin dengan mata yang masih sibuk menatap layar ponselnya dengan ibu jari tangan kananya terus saja menggeser ke atas layar ponsel itu.
"Ih.. kesel gue." ucap Anin seraya menaruh ponselnya di atas meja dengan sedikit kasar. Setelah itu Anin beranjak dari tempatnya. ia ingin keluar kamarnya dan ingin mencari Liven ataupun Reza yang bisa menjawab pertanyaannya nanti.
"Ven!" Seru Anin saat matanya menadapati Liven yang sedang berada di lantai satu bersama Arzello dan Adifa. Ponakan dan kakak ipar mereka.
"Apa?" Tanya Liven seraya mendonggak menatap ke lantai dua di mana Anin berdiri di dekat pembatas yang terhubung dengan tangga.
"Anin... Kakak, Anin. Bukan Liven." tegur Adifa debgan lembut. sebenarnya wanita itu rada takut menegur Anin ia taku menyakiti perasaan gadis itu dan akan berakibat ia yang akan di marahi oleh semuanya yah.. meskipun itu mustahil tapi Adifa tetap saja takut.
"Iya, Kakak." Ucap Anin.
"Kamu kenapa?" tanya Liven pri itu baru menyadari raut kesal dari adik bungsunya itu.
"Aku mau nanya."
"Tanya, Apa?"
"Soal Arka."
Liven mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Anin.
"Tanya soal apa?"
Anin menarik napasnya lalu berjalan menuruni tangga saat sudah di lantai satu di mana Liven, Adifa serta Arzello berada.
"Mbak, Fa. Aku mau bicara dulu sama Kak Liven. biasa pembicaraan anak mudah yang sudah punya anak nggak boleh dengar." Ucap Anin seraya mengedipkan satu matanya.
Adifa hanya memberi senyuman pada Anin, Adik iparnya ini benar-benar... "Iya." ucapnya.
Anin segera menarik Livem menjauh dari Adifa setta Zello. keduanya sampai di taman belakang rumah.
"Ada apa?" Tanya Liven membuka pembicaraan di antara keduanya.
"Apa... Apa Arka punya akun Instagram?" tanya Anin membuat Liven menatap adiknya dengan heran.
"Memangnya kenapa?"
"Jawab aja."
"Ada sih... tapi dia jarang main Instagram. sebenarnka nggak ada. cuman waktu SMP aku buatin akun Ig buat dia. tapi setahu aku dia nggak pernah buka akun itu. bahkan posting foto atau lainnya" jelas Liven membuat Anin mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Teen Fiction#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
