Selamat membaca
Adelia duduk di taman belakang kamous dengan tatapn kosongnya, pikirannya saat ini sangat kacau. Ia tidak tahu harus melakukan apa?
Adelia mengeluarkan pisau lipat yang ada di sakut celananya lalu menatap pisaut tersebut, "Maaf." Gumamnya.
"Papi, Mami. maafkan Adelia hiks...."
Adelia adalah seorang gadis yang berasal dari panti asuhan dia di angkat oleh sepasang suami istri yang tidak bisa memiliki keturunan.
Awalnya hidupnya, Adelia baik baik saja bersama kedua orangtua angkatnya. Mereka memanjakannya dengan kasih sayang yang mereka punya tidak lupa dengan harta yang mereka miliki, tapi hidup Adelia berubah saat kedua orangtua angkatnya meninggal dunia karna kecelakaan. Keduanya meninggalkan Adelia sendiri dengan harta yang begitu banyak hingga keluarga dari kedua orangtua angkatnya, datang dan mengaku sebagai walinya agar bisa merampas semua kemewahan yang Adelia punya.
Keluarga dari kedua orangtuanya selalu menyakitinya. mereka menjadikan Adelia sebagai pembantu di rumahnya, selain itu. Mereka juga yang menyuruhnya membalaskan dendam mereka terhadap keluarga Andjaya dan Ferdinan. Dua keluarga besar yang mencobloskan Leo--Sepupu angkatnya ke dalam penjara dan meninggal di dalam sel tahanan.
Sebenarnya Adelia tidak ingin melakukan hal ini, ia lebih memilih di pukul, di siksa ataupun di buat apa saja oleh mereka, asalkan jangan menyuruhnya melakukan kejahatan yaitu, membunuh.
Adelia tidak sanggup membunuh seseorang, Tapi Adelia harus melakukannya karna merrka mengcancam kehidupan anak-anak yang tak berdosa. Kehidupan adik-adiknya yang ada di panti asuhan.
Panti Asuhan tempatnya tumbuh dan merasakan apa itu keluarga akan di gusur oleh keluarga angkatnya dan itu membuat anak anak panti asuhan itu menjadi anak jalanan. Tidak akan punya rumah lagi untuk berteduh dan hidup tersiksa di jalan, Itulah yang membuat Adelia mau tidak mau harus melakukannya.
"Kak Adel."
Suara panggilan dari membuat Adelia tersentak, Adelia yang tadi menatap kosong kearah taman kini menghapus air matanya lalu berdiri dan menatap siapa pemanggilnya.
Seorang gadis berpenampilan tomboi, kini berada di depan Adelia "Ada Apa Mik?" Tanya Adelia.
"Apa Kakak yakin akan melakukannya?"
"Kakak bisa masuk penjara karna ini." Ucap Gadis itu sambil menggenggam kedua tangan Adelia
Adelia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, "Kakak tahu Mik, tapi tidak ada pilihan lain."
"Biarkan aku ikut melakukannya Kak," pinta Gadis itu.
"Tidak Mika!"
"Kamu tidak boleh ikut melakukannya." Ucap Adelia, membuat Gadis bernama Mika itu menunduk sambil terisak.
Adelia menatap Mika dengan air matanya, Mika adalah salah satu anak panti asuhan yang sama sama dengan Adelia, tapi Adelia yang lebih tua darinya maka gadis itu menanggilnya sebagai Kakak, mereka baru bertemu satu tahun lalu setelah lama berpisah dan pertemuan mereka menjadi bahan ancaman oleh keluarga angkat Adelia.
"Kamu tidak boleh terlibat Mika, biarkan Kakak saja melakukan dosa ini Mika, jangan ikut campur!"
"Tapi Kak, biarkan Aku ik__"
"Tidak Mika. Kalau kita terlibat bersama sama, dan tertangkap bersama, siapa yang akan menjaga mereka?" Tanya Adelia.
Mika yang semula menundukkan kepalanya kini menatap Adelia, "kau harus tetap berada di posisi aman Mika, jadi kalau Kakak masuk ke dalam penjara, kamu bisa menjaga adik adik kita."
KAMU SEDANG MEMBACA
Arka-Anin (Proses Revisi)
Teen Fiction#Cerita ke-2 Anin. Tentang Arka & Anin. Hubungan keduanya selalu baik-baik saja. Akan tetapi, selalu saja ada orang-orang yang membuat hubungan keduanya goyah. Mantan Anin yang masih suka mengejar Anin, dan wanita yang selalu bersama Arka. Akank...
