02. Kantin sekolah.

4.4K 216 6
                                        

Selama di dalam mobil sesekali Shasa melirik kearah cowok disampingnya yang sibuk berkutat dengan ponsel di tangannya. Diam, tanpa suara. Baru kali ini Shasa merasa dikacangin cowok. Biasanya cowok baru yang ada di dekatnya akan langsung mengajaknya kenalan, tapi kali ini boro-boro di ajak kenalan, sekedar melihat kearah Shasa saja tidak.

Beberapa menit kemudian mobil berhenti tepat di parkiran mobil sekolah yang letaknya berada di samping gedung kantor guru. Meskipun singkat, tidak sampai 5 menit Shasa berada di satu mobil dengan cowok yang tampan, namun sama sekali tidak dikenalnya. Dengan mudah Shasa dapat menilai cowok disampingnya ini mempunyai sifat yang paling dihindarinya yaitu dingin dan cuek "Untung tajir, ganteng pula" batinnya.

"Mas makasiih yaa tumpangannya, saya duluan" ucap Shasa ketika sudah turun dari mobil Jaguar yang entah milik siapa yang sudah menyelamatkannya hari ini.

Cowok itu hanya mengangguk sembari menaikkan sebelah alisnya semakin membuat Shasa terpana akan ketampanan laki-laki yang di duganya murid baru dan akan satu sekolah dengannya.

Shasa berlari terbirit-birit menuju kelasnya. Beruntung. Sampai di kelasnya sedang tidak ada gurunya, tapi di papan sudah tertulis beberapa tugas yang harus dikerjakan. Kemudian Shasa langsung menghampiri kedua temannya Angel dan Rani.

"Ibuk mana, kalian kok malah ngegosip sih pagi-pagi. bukannya ngerjain tugas di papan" ucap Shasa kemudian bergabung dengan mereka.

"baru aja kita ngomongin elo Sha, kemana aja lo, siang banget" ucap Angel.

"Biasa bangunnya kesiangan." Jawab Shasa sambil cengengesan.

"Gih kerjain" suruh Rani.

"Kok gue?" tanya Shasa sambil menunjuk dirinya.

"Iya, kita dari tadi nungguin lo, kita males ngerjainnya"

"Kalo gue gak masuk lo tetep gak ngerjain?" tanya Shasa.

"Yaa ngerjain. Tapi kita yakin aja lo bakalan masuk, dan bener aja lo masuk. Udah gih kerjain"

"Iya iya" ucap Shasa kemudian mengeluarkan buku pelajarannya dan mulai mengerjakan soal fisika yang tertulis di papan.

Shasa memang kerap kali menjadi tempat bergantung teman-temannya yang ogah-ogahan mengerjakan tugas.
Sebenarnya kedua teman Shasa adalah termasuk siswi pintar di kelasnya, namun sifat malasnya yang berlebihan membuat Shasa harus rela mengerjakan tugas sendirian kemudian memberikan contekan pada kedua temannya. Terkadang sampai sekelas bergantung padanya dan sering kali membuat buku Shasa pas balik ke tangannya menjadi lecek gak ada bentuknya.

"Ibuk kemana sih?" tanya Shasa setelah mengerjakan tugas yang ada di papan, ganti Rani dan Angel menyalin hasil tugas yang sudah dikerjakan oleh Shasa.

"Gatau gue, katanya ada murid baru, lo kayak gatau sama guru fisika kita aja, kalo ada murid baru pasti dia paling semangat liat wajah murid barunya terlebih dahulu" ucap Angel sambil terus menyalin tugasnya.

"Tumben kelas sini gak heboh, biasanya kalo ada murid baru pada heboh, apalagi murid barunya cogan" ucap Shasa.

"Bukan masuk di kelas kita, tapi di kelas sebelah Ipa 1, dari tadi sebelum masuk kelas udah pada heboh kelas sebelah, kalo kelas sini paling ntar hebohnya kita-kita pas istirahat ngintip-ngintip murid barunya aja" Ucap Rani.

Tiba-tiba Angel mengentikan aktivitas menyalin tugasnya dan menatap Shasa.

"Apaan lo liat gue kayak gitu?" tanya Shasa begitu menyadari dirinya mendapat tatapan tajam dari Angel.

"Dari mana lo tau kalo murid barunya cogan?" tanya Angel. Pertanyaan Angel sukses membuat Rani juga melihat Shasa dan siap mendengarkan jawaban dari Shasa.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang