04. Mengelak sebuah perasaan

3.5K 203 8
                                        

Gerah. Hampir semua warga SMA Nusa Bangsa mengibaskan apa saja guna mendinginkan suasana yang panas akibat teriknya matahari.

Sementara Shasa memandang ke luar kelas, memperhatikan kelas Ipa 1 yang sedang pelajaran olahraga. Matanya tertuju pada sosok yang akhir-akhir ini berputar-putar di kepalanya. siapa lagi kalau bukan Iqbaal. Cowok yang seringkali menghabiskan malamnya hanya untuk sekedar chat an, yaa meskipun terkadang chat annya garing tapi mampu menggerakkan sedikit demi sedikit hati Shasa.

kemudian Angel melesakkan pantatnya di sebelah Shasa.

"Sha, lo beneran gak cemburu Adi jalan sama cewek lain?"

"Nggaklah, ngapain cemburu, selama duit ngalir terus sih gue nggak ada masalah"

"Lo mah duit mulu ih"

"Kan emang karna duit gue mau pacaran sama Adi"

Shasa memang suka pacaran dengan Adi, bukan karna cinta. Soalnya gampang diporotin. Kalau Cuma ingin punya sesuatu, pasti besoknya barang yang diinginkan akan langsung tersedia di depan mata.

Sedetik Kemudian Shasa melihat kearah Angel dan menatapnya dengan tatapan serius.

"Angel, lo pernah merasa sangat bahagia dan senyum-senyum sendiri nggak kalo chat an sama pacar lo?"

"Pernah"

"Terus lo pernah bingung ketika chat lo lama dibalesnya?"

"Iya"

Shasa tertegun mendengar jawaban dari Angel, dan mengambil nafas seraya mengelus dadanya.

"Kenapa sih lo, ngapain curhat begituan?" tanya Angel.

"Dan lo juga jadi semangat buat berangkat ke sekolah karna pengen cepet-cepet ketemu sama dia?"

"Iii..ya" jawab Angel heran.

Shasa menghela nafas panjang

"Kok gue mulai merasakan hal yang sama ya?" tanya Shasa membuka rahasia.

"Hah?" Angel spontan melongo kaget termasuk Rani yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.

"Surprise" Ucap Rani tersenyum sumringah membuat Shasa dan Angel kaget

"Luar biasa, Shasa akhirnya merasakan jatuh cinta. Lo jatuh cintanya bukan karna fulus kan?" ucap Rani.

"Apaan jatuh cinta, jatuh cinta. Kagak. Orang gue Cuma seneng aja dibuat senyum sama dia"

"Dia siapa Sha?" tanya Rani penasaran.

Shasa tidak langsung menjawab, hanya diam menundukkan kepalanya. Dia masih tidak yakin dengan perasaannya. masak secepat itu. pdktnya cuma lewat chat an juga. Gak mungkin!!.

"Bukan siapa-siapa, gue Cuma kagum aja sama dia" ucap Shasa, kemudian kembali memalingkan mukanya, menjatuhkan pandangannya pada Iqbaal yang sedang bermain basket di lapangan olahraga.
Sementara kedua temannya saling bertukar pandang heran dengan tingkah Shasa.

🙂🙂🙂

Shasa berjalan mengendap-endap menyusuri koridor sekolah mengikuti cowok yang disukainya dari belakang. melihatnya dari jauh seorang Iqbaal yang sedang tertawa pada Angga sembari ngobrol berdua.

Bagi Shasa memperhatikan Iqbaal secara diam-diam itu lebih asik daripada langsung mendatangi cowok itu. setidaknya dengan begitu nanti malam akan ada bahasan yang bisa dibahas melalui chat.

Shasa terkikik pelan membayangkan hal-hal yang ingin dibahasnya dengan Iqbaal termasuk cerita soal dia yang memperhatikannya diam-diam "Kok jadi centil gini sih gue" batin Shasa "Halah biarin. kalo ini cinta harus diperjuangin, harus dikejar sampai ke negeri china sekalipun" batinnya lagi, lalu terkikik geli pada dirinya sendiri.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang