18. Dinner Romantis.

3.1K 198 19
                                        

Shasa benar-benar antusias menunggu malam minggunya, menunggu dinner romantis pertamanya dengan Iqbaal.
Dia berharap bisa makan malam dengan suasana romantis seperti yang ada di film-film, suasana yang membuatnya iri dan senyum-senyum sendiri hanya dengan menontonnya.

Ujian tengah semester yang semakin dekatpun dia tidak pikirkan, bahkan buku fisikanya yang kini telah lusuh akibat di oper sana sini akibat teman sekelasnya bergiliran menyontek juga tidak dia pikirkan. Hatinya sedang berbunga-bunga, sehingga dia tidak punya waktu untuk marah-marah, biasanya jika melihat bukunya lusuh dia akan langsung meninggikan suaranya dan marah-marah. Tapi tidak kali ini.

“Sha, ini makasih yaa.” Ucap David sambil menyodorkan buku fisika milik Shasa.

“Iya sama-sama.” Jawabnya sambil tersenyum. Kemudian David langsung pergi kembali ke bangkunya.

Rani dan Angel melirik bingung. Shasa senyum. Itu keajaiban, tersenyum saat bukunya kembali tidak sehat sama sekali bukan kebiasaan Shasa.

“Lo kenapa senyum-senyum?.” Tanya Rani sambil menyenggol lengan Shasa.

“Iya lo, kesurupan?.” Timpal Angel.

“Eh nanti pulang sekolah ikut gue yaa.” Ajak Shasa, tidak menjawab pertanyaan kedua temannya.

“Kemana?.”

“Shopping.”

“WHAT?.” Kaget Rani dan Angel berbarengan.

“Lebay deh kalian.” Ucap Shasa.

“Lo nggak sakit kan Sha?.” Tanya Rani sembari menyentuh kepala Shasa dengan telapak tangannya.

“Jangan lebbay deh lo.” Jawab Shasa sambil menepis tangan Rani dikepalanya.

Jelas Rani dan Angel pada heran, sama sekali tak menyangka akan datang hari dimana Shasa mengajak mereka Shopping. Soalnya selama mereka bersahabat, bisa dihitung pakek jari berapa kali mereka pergi ke mall dan shopping bareng. biasanya Shasa lebih sering shopping dengan pacarnya yang rata-rata pada tajir, karna ada yang ngebayarin.

Sahabatan bertahun-tahun mereka lebih sering nangkring di tempat makan, tempat karaoke, tempat fitness dan tempat lain yang jauh dari yang namanya aktivitas shopping.
Dan sekarang Shasa mengajak Shopping, tentu saja membuat kedua temannya heran.

“Jadi gimana?. Kalian mau nggak?.” Tanya Shasa lagi.

“Mau.!!” Jawab kedua temannya antusias.

“Pulang sekolah yaa, tapi pulang dulu, ganti baju. Habis itu langsung cap cuss.”

“Siaaapp.”

😌😌😌

Shasa keluar dari kamar ganti di sebuah butik terkenal di Jakarta dengan dress merah casual menampakkan kemolekan dan keseksian tubuhnya, membuat kedua temannya tercengang melihat kemolekannya dalam balutan dress merah.

Kedua temannya tercengang melihat kecantikan Shasa dalam dress merahnya dan mengagumi kecantikan Shasa yang makin terlihat. Tapi Shasa sendiri malah malu, karna modelnya yang terlalu seksi dengan sedikit menampakkan belahan dadanya.

“Please ini enggak banget, cariin gue baju yang lain.” Ucap Shasa sambil menutupi dadanya.

“Lo cocok banget Sha.”

“Nggak gue gak mau.” Tolak Shasa, kemudian masuk ke dalam kamar ganti lagi.

Sementara Rani dan Angel kembali sibuk mencarikan Shasa baju yang cocok untuknya. Sampai akhirnya Angel memberikan mini dress selutut dengan atasan putih dan bawahan hitam berlengan panjang.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang