06. Kesal yang tak terlupakan.

3.3K 190 8
                                        

"Cie yang kemaren digendong anak baru, dan yang sekarang di anter pangeran berkuda putihnya." Ucap Rani mengejek Shasa ketika Shasa sudah sampai dan duduk di dalam kelasnya.

Pangeran berkuda putih yang dimaksud oleh Rani adalah Adi, pacar Shasa yang mengantarnya dengan motor ninja putihnya.
Shasa menanggapi Rani hanya dengan lirikan tajam kesal.

"Enak banget lo kemaren pulang duluan, sedangkan kita berdua harus pusing-pusing berhadapan sama matematika." Celetuk Angel.

"Sumpah gue mending berhadapan sama matematika yang hanya mematikan otak daripada ikut Iqbaal cowok sialan itu." Jawab Shasa dengan wajah sedikit kesal mengingat kejadian kemaren.

"Emang lo kemana kemaren?" tanya Rani penasaran.

"Ke ambang kematian." jawab Shasa asal.

"Emang lo udah siap? lo belum tobat juga."

"Nah makanya. belum juga gue tobat. udah mau di anter ke neraka aja sama Iqbaal."

Kedua temannya hanya menggeleng bingung, tidak mengerti maksud yang dibicarakan Shasa.

Sedetik kemudian wajah Shasa yang tadinya kesal berubah dihiasi senyuman sumringah mengundang rasa penasaran kedua temannya. Ada apa gerangan Shasa senyum-senyum.

"Lo tau gue dikasiik apa sama Adi?" Ucap Shasa dengan senyum sumringah.

Sementara Angel dan Rani dengan malas dan pura-pura antusias. Soalnya sudah bukan hal baru Shasa memamerkan barang yang baru didapatnya dari pacar-pacarnya. Jadi yaa...Udah bosan.

"Apaan?" Tanya Angel tanpa minat, namun masih dengan ekspresi berpura-pura penasaran.

"TARA." Teriak Shasa sambil menunjukkan kalung berliontin berlian yang melingkar di lehernya.

Angel melihat dengan mata terbelalak. gak nyangka. Temannya yang bernama Shasa itu begitu beruntung.
Sementara Rani tidak sama sekali takjub. sudah biasa. Orang cantik memang sering mendapat hadiah mewah kayak kalung berlian yang didapat Shasa dari pacarnya.

"Gila lo, keren. lo matreknya keren." Ucap Angel sembari mengacungkan kedua jempolnya.

"Gue gak matrek. gue gak minta. ini hadiah. Gue cuma bilang leher gue gak keliatan bagus tanpa kalung, eh sekarang gue dikasik hadiah kalung cantik." Ucap Shasa lengkap dengan mata pelanginya.

"Itu sama aja bego. itu namanya lo ngasik kode, dan secara nggak langsung lo minta beliin kalung." Ucap Rani.

"Gue nggak ada niatan begitu." Jawab Shasa.

Tiba-tiba Melani sama Dara, anak Ipa1 datang menghampiri mereka yang sedang asik mengobrol soal kalung baru Shasa. Datang dengan tatapan sinis.
Terutama Melani yang dikabarkan ngejar-ngejar Iqbaal dan cemburu pada kedekatan Shasa dan Iqbaal. Melihat kedatangan Melani dan Dara, Shasa memalingkan mukanya ke luar jendela, malas melihat cewek sok sexy itu.

"Hei cewek UUD." Sapa Melani sambil menggebrak meja di depan Shasa. Sontak Shasa mendongakkan kepalanya membalas tatapan Melani.

"Lo emang gak bisa liat yang silau-silau dikit yaa, Iqbaal anak baru lo deketin. Lo emang kagak dikasi duit ya sama bokap lo makanya deketin cowok-cowok tajir mulu." Lanjut Melani.

"Siapa yang ngejar-ngejar Iqbaal? kagak. gue kagak nafsu sama muridnya malaikat maut kayak dia." Ucap Shasa santai.

"Halah jangan munak lo, lo gak tahan kan liat jaguar putih punya Iqbaal."

"Halah jaguar putihnya sekarang paling udah masuk rumah sakit. jadi apa lagi yang mau dibangga-banggain?. Hati-hati lo kalo jalan sama dia. jalan sama dia tuh sama aja lo mendaftarkan diri jadi penghuni rumahnya malaikat malik. neraka noh tujuannya."

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang