Siang ini Iqbaal dan Shasa duduk makan di kantin membicarakan akan kemana mereka nanti malam, kebetulan nanti malam adalah malam minggu, memang paling pas untuk ngapel berdua.
"Sudah baikan?." Sindir Aldy dengan senyum tipis menghampiri keduanya. Disampingnya ada Angel dan juga Rani, tidak lupa Angga dan Vino.
"Hehehe" Shasa hanya cengengesan.
"Makasih ya dy" Ucap Iqbaal sembari menepuk lengan Aldy.
Aldy mengangguk tersenyum.
"Eh baal itu lehermu kenapa dikasik hansaplast?" Tanya Vino.
ketiga temannya tersenyum mengerti bahwa Iqbaal sedang menyembunyikan sesuatu yang memerah di dalamnya. Cuma Vino aja yang pura-pura bego membuat wajah Iqbaal, juga Shasa merona merah.
"Dikerok." Jawab Iqbaal asal.
"Dikerokinnya pakek mulut yaa?." Tampang Vino masih dengan ekspresi sok polos.
"Mending lo diem, daripada gue tonjok lo ntar." Kata Iqbaal menunjuk Vino.
"Ngeri euy, oke oke nih gue kunci mulut gue." Vino merapatkan mulutnya dan tangannya seakan-akan sedang mengunci mulutnya sementara. Sementara Shasa hanya menunduk malu, teman yang lainnya tertawa kecil.
"Eh baal nanti malam mau kemana lo?" Tanya Aldy.
"Gak tau, kayaknya gue bawa Shasa ke apartemen lagi." Jawab Iqbaal, Wajah Shasa langsung bersemu merah, salting iya. Iqbaal melirik Shasa, lalu tersenyum geli.
"Wah, awas kebablalasan lo." Aldy memperingatkan.
"Gapapa. gue siap kok nikah besok sama Shasa, biar bisa tiap malem"
Shasa menatap Iqbaal sedikit jengkel menahan rasa malu dari teman-temannya.
"Tiap malem apaan tuh?" Celetuk Vino.
"Tau lah lo kalo tiap malem ngapain" Iqbaal mengangkat satu alisnya sambil tersenyum.
"NGACO." Celetuk Shasa tidak tahan dari tadi hanya diam saja.
"Kok ngaco sih sayang?." Tanya Iqbaal menoleh pada Shasa.
"Masih sekolah juga."
"Tapi kebablalasannya gapapa?." Tanya Iqbaal sambil tersenyum geli. Shasa ternganga, wajahya tambah merah macam kepiting rebus, jengkel juga Iya.
"Iiiihhhh." Seru Shasa jengkel.
Teman-temannya tertawa kecil. Termasuk Iqbaal. Shasa cemberut menahan rasa jengkelnya.
"Ya udah kita duluan aja deh baal. gak enak ganggu orang lagi pacaran."
"Oke cepetan gih sana" Jawab Iqbaal pura-pura mengusir.
"Dasar lo. oke duluan ya Sha."
Shasa menganggukkan kepalanya. melambaikan tangan pada Angel dan Rani yang ikutan pergi meninggalkan dirinya dan Iqbaal.
"Kamu kok ngomongnya gitu sih?." Tanya Shasa cemberut.
"Yaa gapapa orang cuma ngomong."
"Malu tau."
"Kamu?"
"Iya."
"Gak sembunyi dibelakangku sih kamu."
"Dasar."
Iqbaal terkekeh. Shasa cemberut.
***
Malam minggu itu telah tiba, untuk pertama kalinya Iqbaal mengajak Shasa kerumahnya. Mengenalkan Shasa pada keluarganya. Tentu saja disambut ramah.
Namun setelah berkenalan sebentar dan sedikit mengobrol. Obrolan berhenti karena keluarga Iqbaal yang akhirnya pamit untuk keluar. Pada malam minggu biasanya seluruh keluarganya ada acara semacam makan malam diluar. dulu Iqbaal selalu ikut, tapi sejak mempunyai pacae, Iqbaal lebih sering malam mingguan bersama pacarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Teen FictionTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
