Pulang sekolah, setelah pelajaran Biologi, pelajaran terakhir selesai. Shasa langsung membereskan buku-bukunya, kemudian memasukkan ke dalam tasnya. Dia berencana akan segera berterima kasih pada Iqbaal setelah berada di mobil nanti.
"Sha Iqbaal dihukum." Teriak Dhesti, teman sekelasnya.
Shasa langsung berlari keluar kelas begitu mendengar ucapan Dhesti.
Diluar, Shasa melihat Iqbaal sedang berlari mengelilingi lapangan olahraga, sambil sesekali mengusap keringatnya.
"Aduh gue lupa." Kata Shasa sambil memukul kepalanya sendiri.
"Kenapa?" Tanya Angel yang kini berdiri disamping Shasa.
"Matematika pelajaran terakhir di kelas Ipa1, pasti, bukunya ada di gue. pasti dia dihukum sama B.Nita." Ucap Shasa.
"Ya udah lo samperin sana." Suruh Rani.
Shasa langsung berlari menuju lapangan olahraga. sesampainya disana Shasa ikutan berlari dan mensejajarkan langkahnya dengan Iqbaal.
"Ngapain disini?." Tanya Iqbaal pada Shasa yang kini ada disampingnya.
"Maaf yaa"
"Gapapa."
"Seharusnya aku yang dihukum."
"Gapapa, tunggu disana gih, Panas." Ucap Iqbaal menyuruh Shasa menunggu di tempat duduk yang tersedia di pinggir lapangan olahraga.
"Nggak mau, aku mau ikutan lari."
"Aku gak mau punya pacar item. Sana gih." Suruhnya lagi.
Wajah Shasa berubah cemberut, sedetik kemudian Tiba-tiba wajahnya tersenyum sambil memandang Iqbaal. kemudian membelokkan langkah kakinya menjauhi Iqbaal.
"Aku mau ke kantin." Ucap Shasa sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Ngapain?." Teriam Iqbaal
"Beli air."
Iqbaal hanya tersenyum memperhatikan kekasihnya yang kini berlari meninggalkannya.
Sekolah sudah hampir sepi, karena banyak murid yang sudah pulang. hanya ada beberapa yang berjalan sok sibuk berkeliaran di area sekolah. Biasanya mereka adalah murid-murid yang aktif di kegiatan ekskul sekolah dan aktif organisasi.
Tidak lama kemudian Shasa datang dengan membawa sebotol air dingin di tangannya. dan menghampiri Iqbaal yang kini sudah duduk ditepi lapangan sambil mengusap keringatnya sendiri dengan handuk kecilnya.
Langit kini sudah berubah mendung, tanda sebentar lagi akan hujan. angin sepoi-sepoi semakin mempermudah Iqbaal untuk mengeringkan keringatnya.
"Sudah?." Tanya Shasa sembari menyodorkan air botol dingin dan duduk disampingnya.
"Iya." Jawab Iqbaal, mengambil air ditangan Shasa dan meminumnya sampai habis setengahnya.
"Maaf yaa." Ucap Shasa lagi.
"Gapapa. Eh iya Itu gak gratis." Jawab Iqbaal.
"Maksudnya?." Kata Shasa, menyipitkan kedua matanya memandang Iqbaal.
"Kiss." Ucap Iqbaal sambil menunjuk pipinya.
"Disini?."
"Dimobil biar puas."
"Sekali?."
"Gak mau.!! Eh iya deh sekali."
"Kenapa berubah?"
"Kiss my lips !!" Ucap Iqbaal sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Shasa.
"Katanya jangan disini." Ucap Shasa ketika wajah Iqbaal sudah sangat dekat dengan wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Teen FictionTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
