Shasa berjalan menyusuri koridor sekolah SMA Nusa Bangsa sambil menketok-ketok kepala dengan telunjuknya seperti orang kebingungan. Dia sedang berpikir bagaimana caranya Iqbaal bisa segera ia jadikan pacar. Mobil Lamborghini yang menyilaukan matanya tidak bisa membuatnya berhenti berpikir dan bertekad untuk menjadikan Iqbaal pacar barunya.
Cara putus dari Adi sudah dia pikirkan dari jauh-jauh hari, jika sudah berhasil mendapatkan Iqbaal baru dia akan memutuskan hubungannya dengan Adi segera.
"Shasa.." Panggil Bintang sambil terburu-buru.
Bintang adalah salah satu teman sekelas Shasa. Namanya Bintang yang tak sesuai dengan kulitnya yang hitam legam, ditambah dengan tubuhnya kurus kerempeng. tidak ada cahayanya sama sekali. bahkan jika Bintang berada di dekat papan tulis hitam, siswa lain akan sulit membedakannya, untung memakai seragam putih abu-abu, kalau tidak, bisa jadi tubuhnya akan ditulisi dengan kapur tulis, karna kulitnya yang sama dengan papan tulis hitam. Dan tubuhnya yang kurus kerempeng menandakan bahwa dirinya berpotensi menjadi hakim di pengadilan, Pasti adil. Tubuhnya saja adil, Dari sangat adilnya, punggung sama dadanya sama. sama-sama rata. Adil kan.
"Apaan sih?" Tanya Shasa.
"Cepetan dong." Suruhnya sembari mendorong tubuh Shasa untuk berjalan lebih cepat.
"Lo sarap yaa. apaan sih lo?"
"Di loker sekolah lagi heboh, Gue mau liat bareng sama lo." beritahu Bintang.
"Liat sendiri kan bisa."
"Nggak mau. gue takut ketonjok." Ucap Bintang.
Shasa berjalan sambil geleng-geleng kepala heran dengan tingkah aneh temen sekelasnya itu. Tangan kirinya terus ditarik Bintang, sehingga Shasa harus ikutan berlari kecil mengikuti Bintang.
Shasa sudah bisa menebak kalo sumber kehebohan yang dibicarakan Bintang adalah ada yang ribut, dan pasti cewek. Karna Bintang teman sekelasnya itu memang selalu menjauh jika ada anak cewek yang ribut di sekolah. Pasalnya dulu waktu kelas 1 SMA dia kenak tonjok. Iyalah kenak tonjok, liatnya di depan sih, udah gitu deket banget sama yang lagi perang.
Sesampainya di loker sekolah, Shasa heran. tidak ada tanda-tanda ada keributan semacam perang antar siswi, Tapi banyak siswa-siswi yang berkerumun disana, termasuk Angel dan Rani berdiri di tengah kerumunan sambil jinjit kaki mencoba melihat apa yang sedang terjadi. Sementara Bintang menggerak-gerakkan tangan Shasa mengajaknya untuk menembus kerumunan itu.
"Ayo dong sha, lo nggak penasaran." Ucap Bintang.
Shasa menoleh sebentar sambil berdecak kesal. soalnya nggak mudah menembus kerumunan siswa-siswi, apalagi kebanyakan kaum hawa, kalaupun bisa juga harus siap mendapat tatapan sinis dari mereka.
"Misi-misi gue bawa bayi, misi dong gue bawa bayi." Ucap Shasa sembari menembus kerumunan siswa-siswi disekolahnya sambil terus tangannya menggandeng Bintang.
Shasa terpaksa menundukkan kepalanya, daripada nanti jadi sensi saat mendapatkan lirikan sinis dari teman cewek disekolahnya, lebih baik tidak melihat agar bisa tidak peduli.
Shasa juga tidak bisa menghampiri Rani dan Angel, bukan tidak bisa, tapi malas. soalnya di belakang Rani itu loh ada musuh bebuyutannya, siapa lagi kalo bukan Melani. Cewek yang juga merupakan saingannya memperebutkan hati Iqbaal.
"WHAT?" Shasa terpana melihat apa yang ada di depannya. Iqbaal dengan baju olahraganya dengan seragam putih abu-abu di tangan berdiri diam kebingungan, di dampingi Angga dan Vino dengan wajah menganga. Dan di hadapannya ada Fanya berdiri gemetar, anak IPS yang merupakan salah satu anggota geng anak-anak tajir di sekolahnya.
"Sama kalo gitu." Ucap Iqbaal sambil tersenyum santai setelah diam beberapa saat.
Perkataan Iqbaal itu membuat mata Fanya bersinar-sinar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Ficção AdolescenteTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
