Pemberitahuan doang. Part ini membosankan gaes, sangat membosankan. di SKIP juga gapapa😊😊
Tungguin part selanjutnya yaa😘😘
***
Iqbaal memperhatikan dompet hitamnya yang kini ada foto dirinya dengan Shasa, bibirnya tanpa sadar terus tersenyum.
"Liat apaan lo?." Tanya Aldy menghampiri Iqbaal yang kini sedang mengantri kue cubit untuk diberikan pada Shasa.
Dengan cepat Iqbaal menarik uang lima puluh ribuan dari dalam dompetnya dan segera menutup dompetnya kembali dengan gerakan cepat.
"Liat duit gue tipis banget." Ucapnya sambil memasukkan dompet ke saku celananya.
"Itu uang cash lo aja yang tipis. tapi isi kartu lo siapa tau." Ucap Aldy.
"Ini mas..." Ucap penjual di kantin sembari menyodorkan kue cubit.
Iqbaalpun mengambilnya dan menyodorkan uangnya. Setelah mengambil kembalian, Iqbaal kembali melihat Aldy yang kini berdiri disampingnya.
"Gue duluan yaa." Pamit Iqbaal menepuk pundak Aldy, Aldypun menganggukkan kepalanya mengiyakan.
😌😌😌
Iqbaal berjalan menyusuri koridor sekolahnya menuju kelas Shasa sambil tangannya menenteng bungkusan kue cubit yang baru dibelinya.
Bruuukkk..
Shasa menabrak Iqbaal yang berencana menghampirinya. Shasa berlari-lari kejar-kejaran dengan Jefri, salah satu cowok ganteng anggota ekskul Teater di sekolahnya.
Begitu menyadari cewek yang menabraknya adalah pacarnya sendiri, Iqbaal langsung duduk berlutut mensejajarkan wajahnya dengan Shasa yang kini meringis kesakitan memegangi lututnya yang terbentur lantai.
"Ngapain lari-lari?." Tanya Iqbaal.
Belum sempat Shasa menjawab pertanyaan Iqbaal, Jefri sudah muncul dan ikut duduk disamping Shasa.
Iqbaal menatap tajam ketika Jefri ikut memegangi satu lutut Shasa yang memerah.
"Sorry Sha, kamu gapapa?." Tanya Jefri khawatir.
"Nggak nggak gue ngga papa kok." Jawabnya sambil memandang Iqbaal yang kini telah menatap tajam Jefri seakan-akan siap menerkamnya.
Pikiran Shasa terlalu jauh, sehingga dirinya ketakutan memandang Iqbaal. Takut, takut akan ada yang dinamakan perang antar cowok karna berebutan perempuan.
"Gue gapapa, Liat deh." Ucap Shasa sambil berdiri tegak dan tersenyum kepada Iqbaal dan juga Jefri bergantian.
Meskipun kakinya sedikit kesleo dan kesakitan, Shasa tetap berusaha terlihat baik-baik saja.
Iqbaal dan Jefri kemudian ikut berdiri mengikuti Shasa.
"Gue minta maaf yaa." Ucap Jefri.
"Nggak, nggak bukan lo kok yang salah, gue tadi kesleo aja." Jawab Shasa kemudian tersenyum.
Masih dengan wajah ketakutan yang sesekali melihat Iqbaal yang hanya diam dengan sorot mata menakutkan.
Iqbaal akhirnya menghela nafas panjang, dan menghembuskannya pelan sebelum akhirnya dia bersuara.
"Oke, aku tinggal." Ucap Iqbaal, mengelus puncak kepala Shasa kemudian langsung melangkah mundur, berbalik dan meninggalkan Shasa yang masih berdiri bersama Jefri.
Kue cubit yang tadi dibawanya, Iqbaal biarkan tergeletak di lantai.
"Lo gapapa?, katanya lo jatuh?." Tanya Rani dan Angel berbarengan yang baru saja datang menghampiri Shasa.
"Ya apa-apalah." Jawab Shasa.
"Eh apanya yang sakit Sha?." Tanya Jefri begitu mendengar perkataan Shasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Novela JuvenilTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
