40. Bekas kecupan

3.9K 154 13
                                        

Keesokan harinya.
Iqbaal dan Shasa berpisah di parkiran sekolah, sebab Iqbaal masih ada urusan di kantor sekretariat fotografer untuk mengambil hasil jepretan keanggotaan ekskul teater. Dan Aldy yang merupakan anak ekskul fotografer sudah menunggunya bersama Angel.

Jadi Shasa jalan menuju kelasnya bersama Angel. Sementara Rani sepertinya sudah lebih dulu ada di kelas. Soalnya mobil Rani sudah terparkir rapi.

"Sha sebenernya siapa sih yang nyulik elo?." Tanya Angel pada Shasa.

"Gue ceritain ntar aja yaa, enggak enak takut ada yang denger." bisik Shasa begitu melihat banyak siswa/i yang berlalu lalang.

"Iya deh." Jawab Angel.

Dari jauh, Tirta memperhatikan Shasa sambil tersenyum dengan makna yang susah di artikan. Dia tidak lagi mendekat seperti biasanya, karna dia tau Shasa akan menjauhinya. Dipegangnya dada yang terbungkus seragam SMA sembari menyeringai sinis.

Sesampainya di kelas. Shasa langsung duduk di sebelah Rani. Angel masih penasaran siapa yang menculik Shasa dan apa yang telah terjadi dengannya.

"Sha, cerita lo dong." seru Angel.

"Enggak bisa disini Ngel, nanti aja ya jam istirahat." Angel menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.

***

Bel istirahatpun berbunyi. Angel menarik Shasa menuju tempat yang lumayan sepi dari lalu lalang siswa/i Mahardika. Di bawah pohon belakang sekolah yang terlihat menyeramkan menjadi pilihan Angel, karna hanya disitu sepi dari siswa/i.

Iqbaal yang tadinya mau mengajak Shasa ke kantin, berubah mengikuti Shasa dan teman-temannya begitu melihat Angel menarik Shasa ke belakang sekolah.

Iqbaal merasa ada yang aneh pada tingkah Angel yang menarik Shasa dengan langkah terburu-buru, ke belakang sekolah lagi. Tidak biasanya Shasa dan teman-temannya ke belakang sekolah, biasanya juga kalo istirahat mereka nongkrong di kantin.

Iqbaal bersembunyi di balik tembok sembari mengintip Angel dan Rani yang kini menatap Shasa tajam.

"Cerita sekarang." perintah Angel setelah melihat sekelilingnya dan memastikan keadaan sudah sepi.

"Gue diculik Nella." Beritahu Shasa.

"Udah tau, skip. Lo dibawa kemana, dan siapa dalang dari semua ini. Enggak mungkin Nella kan, karna elo ataupun kita-kita enggak ada yang punya masalah sama dia."

Shasa diam sejenak dan ragu untuk menceritakan semuanya pada Angel dan Rani. Tapi harus cerita!! karna mereka adalah teman-temannya, mereka harus tau. Dia tidak mau lagi terjadi kesalah pahaman antara dirinya dan kedua temannya seperti yang terjadi padanya dengan Angel.
Shasa menghela nafas beratnya sebelum memulai cerita.

"Tirta. Nella itu ternyata suruhan Tirta, dia bawa gue kejalanan sepi dan gelap dimana disana ada Tirta. Selanjutnya gue dibawa sama Tirta ke rumah kecil tak berpenghuni, gue panik takut kejadian masa lalu terulang lagi dan yaa..." Shasa kembali menghela nafas. "Tirta berusaha merkosa gue." Shasa mengakhiri ceritanya dengan nafas lelah.

Rani terlihat kaget, begitupun Angel.

"Di masa lalu..." Belum selesai Rani meneruskan kalimatnya sudah dipotong oleh Shasa.

"Yaps. Dulu Tirta juga berusaha merkosa gue karna gue minta putus dari dia, dia enggak terima, makanya dia berencana ngambil perawan gue. Karna kalo perawan gue diambil dia, gue gak punya pilihan lain selain nyerahin diri sama dia. Karna gak berhasil dia berusaha bunuh diri, dan sampek sekarang semua orang masih menganggap gue yang salah atas depresi yang dihadapi Tirta." jelasnya. Matanya memerah. Air matanya seakan-akan mau turun saat itu juga, tapi ditahannya mati-matian.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang