Iqbaal berjalan menuju sisa-sisa bangunan lama yang masih berdiri. kemudian memasukinya dan menutup pintunya pelan, walaupun pelan tapi suara pintu berderit terdengar jelas. Ruangan itu kosong, berdebu dan dipenuhi bekas bangku kotor penuh debu.
Bekas kecupan di dada Tirta itu benar-benar menghantam tepat di hati Iqbaal. Ngakunya di perkosa, tapi kok malah dia yang meninggalkan bekas kecupan di dada Tirta. Gimana caranya Tirta memaksanya, kalau bukan karena kemauannya sendiri tidak mungkin bekas ciuman itu tercetak jelas di dada Tirta.
"Sialan." Desisnya tajam mengingat hal itu. Hatinya bergolak panas sekaligus kesal.
"Sialan." Desisnya lagi. Perlahan Iqbaal menutup matanya, menekan amarahnya ketempat terdalam sehingga terasa begitu menyesakkan. "SIALAN SIALAN SIALAN!!"
Teriaknya sambil meninju dinding.
"KENAPA HARUS LAKUIN ITU." Teriaknya lagi. Kemudian menendang keras-keras meja dan kursi rusak yang ditumpuk disalah satu sisi ruang.
Tendangan itu membuat kursi yang ditumpuk paling atas jatuh berdebam. Salah satu kursi yang sudah rusak seketika patah. Iqbaal meraih kursi itu dan mematahkan ketiga kakinya yang lain. Dibantingnya patahan-patahan kaki kursi itu kuat-kuat ke lantai.
Iqbaal mengamuk diluar kesadarannya sendiri, dan baru berhenti setelah benar-benar lelah dan kedua kaki-tangannya terasa sakit. Tubuhnya kemudian meluruh lunglai. Jatuh terduduk di lantai. Sama sekali tidak peduli dengan
tebalnya debu dan kotoran yang kini mengotori baju seragama SMA-nya.
Iqbaal baru keluar dan kembali ke kelasnya begitu bel pulang telah berbunyi. Dan sudah dipastikan besok dia harus siap dengan berbagai pertanyaan dan omelan dari guru pelajaran yang ditinggalnya.
Iqbaal ke kelas hanya untuk mengambil tasnya, kemudian langsung pergi dengan langkah cepat menuju kelas Shasa. Tidak peduli dengan sederet pertanyaan yang dilontarkan untuknya, untuk memberi alasan kenapa dia tidak mengikuti pelajaran. Iqbaal malah terus melangkah pergi Dan tentunya dengan hati yang dipenuhi bara emosi yang berusaha ditahannya mati-matian.
Shasa berdiri di ambang pintu menatap Iqbaal yang sedang berjalan sembari menatap tajam kearahnya. Selama jam pelajaran Shasa sama sekali tidak fokus mendengarkan apa yang diajarkan gurunya, dia malah sibuk mempersiapkan diri untuk menerima segala bentuk kemarahan dari Iqbaal, sekaligus mempersiapkan kata-kata untuk menjelaskan kepada cowok yang baru mengajaknya balikan kemaren itu.
Tapi sekarang, ketika Iqbaal sudah berjalan kearahnya, dengan air muka yang susah dijelaskan yang pastinya membuat tubuh Shasa bergetar ketakutan sekaligus gugup, bahkan semua kata yang telah disusunnya mendadak hilang begitu saja.
"Pulang sekarang.!!" Ajak Iqbaal, kemudian langsung menarik tangan Shasa yang terasa sangat dingin.
Degup jantungnya berdetak hebat mengikuti setiap langkah cowok didepannya. Dengan kepala menunduk ketakutan. Bahkan siswa/i yang melihatpun ikut merasakan Iqbaal sedang dalam keadaan marah besar, dan Shasa harus segera siap-siap dengan segala bentuk kemarahan pacarnya itu.
Shasa menarik nafas panjang dan berat sebelum masuk kedalam mobil. Mempersiapkan diri untuk menjelaskan semua peristiwa yang dialaminya. Harus dijelaskan, tidak boleh tidak. HARUS !!!
Iqbaal melajukan mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, Shasa jadi ketakutan hebat, mengingat cowok disampingnya itu pernah hampir saja membuatnya raib.
Dan lebih ketakutan lagi ketika Iqbaal hampir saja menabrak anak kecil yang sedang menyebrang, Shasa sampek berteriak kencang. Iqbaal langsung meliukkan mobilnya menghidari anak kecil itu.
Ternyata tuh cowok kalo lagi marah ngeri banget, udah hampir menabrak anak kecil malah keliatan enggak peduli dan terus saja melajukan mobilnya dengan cepat, untung nyetirnya bagus, kalo enggak, dipastikan rumah-rumah yang ada dipinggir jalan dia tabrak satu persatu dari saking terkaget-kagetnya karna hampir menabrak seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Teen FictionTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
