32. Prahara.

2.8K 150 13
                                        

Tirta akhirnya jadi merasa keki juga dengan kelakuan Iqbaal yang selalu nempel Shasa setiap hari, menjemputnya lebih pagi dari biasanya membuat Tirta sama sekali tidak ada kesempatan untuk mendekati Shasa lagi, tidak ada celah sama sekali.

Cowok yang bernama Iqbaal itu telah membuatnya geram tiap kali dirinya melihat Iqbaal nempel Shasa. Dan Iqbaal terlihat menikmati semua itu, tidak peduli Shasa sudah jadi mantannya. dia sama sekali tidak peduli, yang penting dia harus selalu nempel Shasa biar Shasa tak di dekati Tirta.
Dan Shasa juga terlihat menikmati, karna dia sendiri juga gak mau dekat-dekat dengan Tirta.

Hari ini puncak kekesalan Tirta, setelah mencari celah untuk mendekati Shasa, tapi tidak juga mendapatkan celah itu emosinya jadi sudah sampai di ubun-ubun.
Hari ini terlihat Iqbaal dan Shasa masuk ke kantin dengan Iqbaal melingkarkan tangannya di pundak Shasa, dari jauh Tirta tidak sengaja melihatnya, membuatnya geram menahan emosi, kesepuluh jarinya mengepal kuat. Kemudian dihentakkan kakinya bersamaan dengan decakan kesal, dan terbukanya kesepuluh jarinya yang mengepal. Lalu di ambilnya ponsel di saku celananya, menekan satu nama di kontak dan menelponnya.

“Kael.” Bentak Tirta menelfon Kaela.

“Apaan sih lo, main bentak-bentak seenaknya.”

“Elo jangan Cuma nunggu, usaha juga jauhin Iqbaal dari Shasa.” Tirta memerintah.

Soalnya Kaela lah yang memohon kepadanya untuk kembali ke Indonesia dan menceritakan semuanya tentang Iqbaal yang selingkuh dengan mantan pacarnya, udah gitu niatnya Cuma balas dendam lagi, atas nama Tirta lagi. Jelas Tirta langsung marah, soalnya itu cowok meskipun sudah putus dari Shasa masih cinta mati. Cewek yang hampir membuatnya mati bunuh diri itu masih di hatinya sampai sekarang.

Sampai akhirnya setelah cukup lama Kaela memohon, ditambah kemarahan Tirta pada Iqbaal, akhirnya dia setuju juga untuk pulang ke Indonesia dan merebut Shasa kembali.
Tapi kali ini Tirta tidak berani mendekati Shasa dengan barang mewah, takut keterusan, apalagi kalau ujung-ujungnya dicampakkan setelah mendapatkan cowok yang lebih kaya lagi, bisa rugi besar. Selain itu kekayaannya yang jauh di bawah Iqbaa jelas akan membuatnya kalah telak, yang untung siapa? Shasalah kalau dia dan Iqbaal berlomba-lomba menarik perhatian Shasa dengan memberikan barang mewahnya.

“Mau usaha gimana? Iqbaal udah nggak mengharapkan gue lagi, yang ada di hati Iqbaal cuma Shasa." Jawab Kaela merasa putus asa.

“Elo nyerah duluan?.”

"Gue enggak nyerah, tapi buat gue berusaha sekarang itu percuma selama Iqbaal masih sama Shasa." Kaela menghela nafas yang terdengar berat "Beberapa hari yang lalu Iqbaal udah negesin ke gue, kalo dia udah sayang banget sama Shasa.”

“Elo beneran udah nyerah?.”

“Gue enggak nyerah, gue masih berharap, makanya gue minta bantuan elo buat jauhin Iqbaal dari Shasa. Lagian ini kan saling menguntungkan. Elo bisa dapetin Shasa, gue juga bisa deketin Iqbaal kalo dia udah bener-bener jauh dari Shasa. Makanya elo jauhin dia dari Shasa."

“Enak banget lo.” Desis Tirta.

“Emang elo rela Shasa sama Iqbaal?."

"Enggak lah."

"Makanya jauhin Iqbaal dari Shasa."

“Ck”

Tirta berdecak kesal dengan Kaela yang mau enaknya sendiri.
Sambungan telfon langsung dimatikan. Dengan perasaan dongkol Tirta memasukkan ponselnya ke saku celana yang dia pakai.
Terlihatlah kembali Iqbaal dan Shasa sedang makan berduaan di kantin mambuatnya makin dongkol dan merasa ingin makan orang.

***

Meskipun selama di sekolah mereka tidak pernah absen nempel terus kayak kembar siam yang kemana-mana berdua, yang mana alasannya cuma satu Tirta, Shasa gak mau di dekati Tirta, begitupun Iqbaal tidak mau kalau sampai Shasa didekati Tirta. Tapi yang namanya hal tak terduga datangnya bisa kapan saja.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang