Setelah sholat Mangrib, Shasa membuka lemarinya dan menatap satu-persatu baju serta bawahan yang ia miliki. Malam ini Shasa ada janji jalan bareng dengan Iqbaal, meskipun bukan malam minggu, Shasa tetap bersemangat.
Dia sengaja bersiap-siap lebih awal agar bisa memaksimalkan penampilannya.
Ia mengambil satu baju, Lalu menempelkan pada tubuhnya sendiri. mengamati pantulan dirinya pada cermin yang tersedia di kamarnya. Saat dirasa pakaiannya tidak cocok, Shasa melemparkan bajunya ke atas ranjang tidurnya dan mengambil pakaian lainnya. Sampai akhirnya Shasa memutuskan untuk menggunakan sebuah baju crop top putih dipadu celana panjang hitam menggantung.
Selesai menggunakan pakaiannya, Shasa berjalan menuju meja riasnya, memoles dirinya dengan lipstik tipis dan sedikit bedak baby. Selanjutnya Shasa menyisir rambutnya, mengepang pinggir dan membiarkan sebagian rambutnya tergerai bebas.
Shasa memandang dirinya dari kaca, merasa sudah puas dengan penampilannya, Shasa mengambil tas selempang kulit berwarna hitam dan memasukkan dompet serta ponselnya ke dalam. Tidak lupa dia juga memakai jam tangan couple dengan Iqbaal.
Kemudian Shasa turun mengambil sepatu Flatshoes berwarna hitam putih kesukaannya. membawanya ke ruang tamu sembari menunggu Iqbaal datang.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 kurang 5 menit. ternyata Shasa cukup lama menghabiskan waktunya hanya untuk siap-siap.
"Mau kemana?" Tanya papanya yang sedang duduk sambil membaca koran diruang tamunya.
"Shasa mau keluar pa, bareng temen." Jawab Shasa, kemudian duduk disamping papanya sembari memasang sepatu flatShoesnya.
"Jalan kemana Sha?." Tanya Mamanya yang baru datang dari dapur sambil lalu membawa teh untuk suaminya.
"Nonton." Jawab Shasa asal. Meskipun Shasa belum tau akan jalan kemana, tapi Shasa memilih bilang pergi nonton. biar pertanyaannya nggak makin panjang.
Suara mobil terdengar memasuki halaman rumah Shasa. Shasa bisa melihat mobil Iqbaal berhenti tepat didepan rumahnya dari pintu rumah yang dibiarkannya terbuka.
Tidak lama kemudian Iqbaal turun dan berjalan menuju pintu rumahnya dan masuk menghampiri dirinya dan kedua orang tuanya. Kemudian merekapun pamit untuk berangkat.
Setelah orang tuanya menganggukkan kepalanya, merekapun berjalan keluar menuju mobil dan menaikinya.
"Mau kemana?." Tanya Shasa setelah mobil berjalan menjauhi rumahnya.
"Makan dulu." Beritahu Iqbaal.
Merekapun memilih makan disalah satu pusat belanja di kota jakarta.
"Gimana? Enak nggak?." Tanya Shasa ketika Iqbaal sudah menelan Sushi yang dipesan Shasa.
"Lumayan." Balasnya menjawab pertanyaan Shasa.
"Habis ini kita nonton film yaa." Ajak Iqbaal sambil terus mengunyah makanannya.
"Boleh." jawab Shasa sambil tersenyum.
Setelah selesai makan, merekapun berjalan beriringan menuju bioskop di pusat belanja tersebut.
Mereka menaiki eskalator sambil tangannya terus bergandengan dan tak jarang Tangan Iqbaal merangkul pinggang Shasa sambil terus berjalan.
Ada beberapa film yang akan diputar pada malam itu, tapi mereka memilih menonton film barat bertema percintaan.
Setelah membeli tiket dan makanan ringan, mereka masuk ke dalam bioskop.
Penonton pada malam itu tidak begitu banyak, seperempat kursi di dalam bioskop tidak terisi oleh pengunjung.
"Duduk situ." Ucap Iqbaal sambil menunjuk tempat disisi kiri yang kebetulan kosong melompong.
Shasa menganggukkan kepalanya kemudian berjalan sambil terus bergandengan tangan menuju kursi yang Iqbaal maksud.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Teen FictionTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
