37. Kecelakaan yang disengaja.

2.7K 149 1
                                        

Rani kebingungan ketika orang tua Shasa bilang sudah berangkat dijemput seorang perempuan seumuran dirinya. Apalagi ketika mama Shasa menyebutkan ciri-ciri perempuan yang membawa Shasa pergi. Manis dan mungil, Rani kontan bingung, karna dia sama sekali tidak mengenali siapa perempuan yang dimaksud.

"Ya udah deh Tante, mungkin sudah sampai di restoran." Begitu alasan Rani agar orang tua Shasa tidak khawatir dengan keadaan Shasa. Setelah pamit pada orang tua Shasa, Rani langsung menelfon Angel yang saat itu sedang bersama Iqbaal.

"Halo Ran, udah mau sampek? disini sudah siap." Beritahu Angel begitu sambungan telfon telah tersambung.

"Shasa gak ada, mamanya bilang Shasa udah berangkat bareng cewek mungil, beliau juga bilang gue yang minta tolong jemput Shasa. Padahal gue sama sekali enggak nyuruh siapa-siapa."

"Maksud lo?."

"Shasa diculik." Ucap Rani on point.

"HAH?" Angel sontak kaget. Iqbaal, Aldy dan Angga seketika mendekat penasaran tentang apa yang sudah membuat Angel kaget "Oke, lo mending kesini, jelasin disini." Ucap Angel.

"Oke."

Sambungan telfon langsung terputus. Kemudian Rani menginjak pedal gas kuat-kuat menuju restoran tempat Iqbaal dan yang lainnya menunggu.

"Shasa mana?." tanya Iqbaal khawatir begitu Rani sudah sampai dan hanya sendirian.

"Shasa diculik. kita harus segera cari Shasa" Ucap Rani panik.

Yang lainnya jadi ikutan panik dan khawatir pada keadaan Shasa. Tidak terkecuali Iqbaal, tubuhnya terhuyung ke belakang dan duduk lemah di kursi yang sudah dipersiapkan khusus untuk Shasa.

"Baal lo tenang, Shasa pasti ketemu. Sekarang mending kita langsung berpencar cari Shasa. Jangan ada yang matikan telfon." Perintah Aldy.

Sementara Angel berusaha menghubungi Shasa sambil mondar mandir. Tapi sudah berkali-kali Shasa tidak juga mengangkatnya.  Angel berusaha berfikiran positif meskipun sulit.

Iqbaal meraih kontak mobil di sakunya, kemudian langsung keluar dengan langkah cepat untuk mencari Shasa. Aldy ataupun Angga sama sekali tidak mencegahnya, dalam keadaan seperti Ini Iqbaal pasti sangatlah khawatir.

"Ayok." ajak Aldy.

Merekapun berjalan keluar menuju mobil masing-masing untuk mencari Shasa. mereka semua berpencar menjadi tiga. Angel dengan Aldy, Angga dengan Rani, kecuali Iqbaal yang hanya sendirian.
Di dalam mobilnya, Iqbaal selalu mengalihkan pandangannya ke luar mencari-cari sosok Shasa serta mencoba menenangkan pikirannya yang mulai kacau.

***

Shasa masih befikir caranya lolos dari Tirta, bagian bajunya yang sobek dia tutupi dengan memakai jaket kulitnya kembali. Dia memperhatikan punggung Tirta yang sedang menerima telfon. Sampai akhirnya dia mendapatkan cara untuk lolos, satu-satunya cara adalah membuat Tirta luluh padanya.

"Tirta ayok jangan lama-lama." Kata Shasa sambil memeluk Tirta dari belakang.

Tirta sontak menoleh, kemudian segera mengakhiri panggilannya, lalu menghadapkan tubuhnya pada Shasa.

Tirta menyipitkan kedua matanya bingung Shasa berubah drastis, tadinya yang berontak terus-terusan sekarang malah seperti wanita yang ingin cepat-cepat dibelai.

"Kamu serius?." Tanya Tirta menatap tajam mata Shasa.

"Iya aku serius." Ucap Shasa lembut dan manja sambil membuka satu persatu kancing baju Tirta. Tirta masih tidak percaya, tapi begitu Shasa mendaratkan satu ciuman di pipinya sedikit meluluhkan hatinya.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang