Sesampainya di dalam apartemen. Iqbaal berjalan menuju lemarinya, kemudian mengambil handuk tebal dan memberikannya pada Shasa.
"Kamu mandi dulu. Habis itu kita makan." Perintah Iqbaal.
Shasa menganggukkan kepalanya, meraih handuk di tangan Iqbaal, kemudian segera masuk ke kamar mandi.
Sementara Iqbaal meraih ponselnya dan memesan makanan. Kemudian dia membaringkan tubunnya di atas kasur berukuran super king sizenya itu dan menyalakan televisi sambil lalu menunggu Shasa selesai mandi.
15 menit kemudian, Shasa keluar sudah menggunakan baju yang dibelinya di butik bersama Iqbaal. Celana jeans panjang dan kemeja berwarna krem menjadi pilihannya. Rambutnya yang basah dibalut handuk.
"Kamu mau nginep disini juga?." Tanya Shasa ragu ketika melihat Iqbaal berbaring di atas kasur.
"Kalau kamu mau." Ucap Iqbaal tersenyum.
Shasa sontak salting luar biasa, soalnya kali ini hanya ada mereka berdua di dalam sebuah apartemen. Wajah Shasa yang putih bersih berubah menjadi merah merona dan sedikit gugup. Detakan jantungnya berdetak tidak normal.
"Nanti habis makan aku ke apartemen sebelah kok" Ucap Iqbaal.
Shasa akhirnya bisa bernafas lega. Lalu membuka handuk di kepalanya, kemudian menyisir rambutnya.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Shasa melirik ke Iqbaal, melihat Iqbaal tetap diam akhirnya Shasa yang membukakan pintu dan makananpun datang.
"Baal ayok makan." Ajaknya.
Iqbaal menganggukkan kepalanya, lalu turun dari ranjangnya dan makan bersama Shasa.
😊😊😊
Setelah makan.
"Mau aku temeni apa langsung out nih aku?." Tanya Iqbaal.
Iqbaal berencana akan menanyakan tentang peristiwa yang di alami Shasa besok. Malam itu, Iqbaal berfikir Shasa pasti kecapek an. Lagian besok kan minggu, tidak perlu sekolah, serta mempunyai waktu yang cukup banyak untuk menghabiskan waktu bersama Shasa.
"Kenapa enggak nunggu subuh dulu aja?." Shasa balik bertanya.
"Oh berarti masih mau aku temenin?."
"Eh maksudku kalo mau tidur nunggu subuh aja sekalian. nanggung."
"Ya aku nunggunya disini apa di apartemen sebelah?."
"Disini." Jawab Shasa tegas.
Iqbaal tersenyum geli dan akhirnya menganggukkan kepalanya.
Kemudian Iqbaal bangkit dari duduknya dan kembali naik keatas ranjang, duduk berselonjor kaki serta menyenderkan punggungnya ke kepala ranjang. Sementara Shasa masih duduk ditempat sebelumnya, ditempat dia makan.
"Gak mau kesini?." Tanya Iqbaal sambil menepuk tempat disebelahnya.
Shasa diam dan terlihat ragu.
"Gak bakalan di apa-apain kok Sha." Ucap Iqbaal meyakinkan dan tersenyum.
Akhirnya Shasapun ikutan naik ke atas kasur, duduk berselonjor kaki sama seperti duduknya Iqbaal.
Keheningan terjadi beberapa saat. Shasa seringkali memalingkan muka, tidak fokus menonton TV, nafasnya tidak beraturan bersamaan dengan detak jantungnya. Bahkan seringkali Shasa menahan nafasnya, agar deru nafasnya tidak terdengar.
Sementara Iqbaal melihat Shasa seperti itu jadi kikuk dan tidak tau mau berbuat apa. Meskipun mereka berdua tidak tidur sama sekali, tapi tidak ada rasa kantuk sedikitpun, yang ada hanya gugup dan bingung mau berbuat apa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Novela JuvenilTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
