21. Klinik Medisa

2.9K 180 8
                                        

Shasa duduk di kelasnya sembari menopang dagunya dengan dengan satu tangannya melihat keluar kelas yang sedang gerimis.

Disampingnya, duduk Rani yang sibuk dengan ponsel di tangannya, sementara Angel sedang tidak ada, sedang di perpustakaan bersama Aldy.

Terlihat di bawah sedang berdiri seorang Iqbaal tengah ngobrol dengan seorang gadis tanpa seragam sekolah, Kaela. Shasa tidak kaget, apalagi cemburu, Tidak sama sekali. bibirnya malah tertarik tersenyum ketika Iqbaal mengantar gadis itu menuju mobilnya sembari merangkul pinggangnya. Apalagi saat dibukaannya pintu mobil, senyumnya mengembang melihat manisnya Iqbaal memperlakukan gadis itu.

"Sha, itu Iqbaal kan?." Beritahu Rani, dan menunjuk Iqbaal dan Kaela berada.
"Udah liat." Jawab Shasa memandangi Rani yang sedang menatap tajam tempat Iqbaal berada.

"Lo nggak cemburu?." Tanya Rani penasaran.

Shasa menoleh lagi ketempat Iqbaal yang kini berlari kecil masuk ke sekolah begitu mobil gadis itu telah melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.

"Ngapain gue cemburu, mereka manis banget."

"Elo normal kan Sha?. Tanya Rani sembari meraih kepala Shasa dan menghadapkan pada dirinya sendiri.

"Gue normal bego." Ucap Shasa sembari menepis kedua tangan Rani yang memegangi pipinya.

"Kalo normal elo bakalan cemburu."

"Karna gue normal, gue nggak cemburu. Emang ada ya cemburu sama calon ipar sendiri?."

"Itu sodara Iqbaal?."

"Ho'oh."

"Darimana lo tau?."

"Gue pernah liat fotonya, dan Iqbaal bilang dia sepupunya."

"Oohh." Rani mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

Tiba-tiba Shasa bangkit dari duduknya.

"Mau kemana lo?." Tanya Rani lagi.

"Mau ketemu Iqbaal." Jawabnya singkat.

"Nyamperin Iqbaal mulu sih lo."

"Jomblo dilarang ngiri."

Kemudian Shasa langsung berjalan keluar kelasnya untuk menemui Iqbaal.

🙂🙂🙂

"Gila gila, cewek lo cantik banget."

Shasa menghentikan langkahnya begitu mendengar suara tak asing terdengar di telinganya dari balik pintu kelas yang tertutup rapat, beserta suara tawa yang terdengar jelas dan Shasa bisa langsung menebaknya siapa yang ada di dalam.

Shasa berjalan berjinjit pelan menuju jendela ruang kelas Ips tak berpenghuni.
Diketahui salah satu penghuninya sedang ikut lomba di pusat kota, jadi sekelas pada ikut semua untuk menjadi supporter.

kemudian Shasa mengintip dari balik jendela, tidak peduli pada tatapan murid lain yang melihat ke arahnya dengan tatapan bingung dan curiga. Dia penasaran apa saja yang dibicarakan cowok-cowok kalo lagi ngumpul.

"Kalo gue jadi lo, gue nggak bakalan ngelirik yang lain." Ucap Angga sembari menepuk punggung Iqbaal yang duduk di sampingnya.
Ada Aldy yang dengan setia berdiri di hadapannya sambil menenteng kamera ditangannya, dan Vino, duduk menopang dagu melihat Iqbaal yang duduk di hadapannya.

Shasa mengembangkan senyum manisnya, tidak menyangka Angga dibelakangnya suka memuji dirinya sedemikian rupa.
Kemudian Shasa membenarkan posisi berdirinya, melangkah pelan menuju pintu ruang kelas dan membukanya. Seketika wajah-wajah yang ada di hadapannya berubah tegang kaget.

Gold Digger Fall In LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang