"Angel elo kenapa sih?." Shasa mengejar Angel yang berjalan menuju ruang osis.
Angel diam, tetap tidak menghentikan langkahnya meskipun Shasa sudah ada disampingnya dengan tampang memohon memegang tangan Angel.
"Lepasin gue." menepis tangan Shasa.
"Gue bisa jelasin soal Tirta. tapi please dengerin gue."
Angel akhirnya menghentikan langkahnya. menatap tajam Shasa di hadapannya.
"Gue udah tau soal Tirta Sha, yang bikin ganggu bukan cuma soal itu, tapi pelukan elo ke Aldy makin bikin gue geram, gue emang sahabat elo Sha, tapi bukan berarti gue gak punya hati." Ucap Angel kemudian.
"Gue beber-bener minta maaf." Ucap Shasa benar-benar merasa bersalah.
"Gapapa." Ucap Angel akhirnya setelah menghela nafas panjang dan berat, akhirnya dia memaafkan meskipun tidak sepenuhnya, sebab walau bagaimanapun Shasa tetap sahabatnya. Yang sudah bertahun-tahun bersahabat dengannya.
"soal Tirta lo emang udah bener-bener keterlaluan. gue gak nyangka elo sampe buat anak orang depresi. sekarang gue tegasin, gue pengen elo berubah, elo sahabat gue Sha, dan gue sayang sama elo" Ucap Angel tulus.
"Gue janji bakalan berubah, tapi Iqbaal..." belum selesai Shasa menyelesaikan kalimatnya, Angel sudah buru-buru memotongnya.
"Itu urusan elo, gue gak mau ikutan jika elo tetep mau balas dendam. silahkan. Tapi jangan bawa-bawa gue, apalagi Aldy, karna elo emang salah dan gak seharusnya balas dendam." Dihelanya kembali nafas panjang dan berat sebelum akhirnta Angel melanjutkan kalimatnya.
"saran gue, lebih baik elo lupain semua yang udah Iqbaal lakukan ke elo. anggap aja karma buat elo, balasan buat elo yang udah buat Tirta hampir meninggal. Iqbaal emang salah, tapi perbuatan elo ke Tirta lebih salah lagi."
Shasa menundukkan kepalanya, mengangguk lemah. Otaknya berfikir keras bagaimana hubungannya dengan Iqbaal. memulai semuanya dari awal, atau sudahlah lupakan, dan biarian dia menjadi masa lalu yang selamanya akan tetap ada di belakang. tidak perlu dipindah ke depan karna posisinya akan salah.
***
Shasa duduk di kantin dengan wajah tanpa semangat, wajah murung sambil mengaduk-ngaduk segelas jus di mejanya. Fokusnya melayang terhadap apa yang sedang dia fikirkan. Angel memang sudah memberi saran agar tidak melakukan balas dendam, dan hatinya dengan mantap menyetujui.
Tapi hubungannya. tidak melakukan balas dendam bukan berarti hubungannya bisa dilanjutkan. Iqbaal tetap salah dimatanya, tetap orang yang paling menyakiti hatinya.
"Ini kue enak banget. sumpah." Rani menyuapkan satu kue kemulutnya.
"Sssstttt." Gumam Angel, lalu matanya memberi isyarat menunjuk kearah Shasa yang berwajah murung dan tanpa semangat.
Setelah beberapa hari Angel tidak bergabung nongkrong di kantin bersama kedua temannya, akhirnya hari ini mereka bisa nongkrong lagi dengan jumlah personil lengkap.
"Sha, are you okey?." Tanya Rani memegang lengan Shasa.
Shasa sontak sadar dari lamunannya.
"I'm okey guys. Santai aja." Jawab Shasa.
"Cerita, atau gue ngambek lagi?." Ucap Angel dengan nada lembut. Shasa langsung tersenyum.
"Kaela kerumah gue." Beritahu Shasa akhirnya.
"Darimana dia tau rumah lo?." Angel.
"Gue gak tau, dia nggak ngasik tau." Shasa.
"Ngapain kerumah lo?." Rani.
Shasapun menceritakan kedatangan Kaela kerumahnya, apa yang dikatakannya, semuanya, tidak terkecuali perkataan Kaela yang membuat hatinya was-was.
"Kaela bilang dia sakit hati dengan apa yang terjadi, dan Kaela bilang masa lalu yang nggak akan selesai sampai disini, dan Kaela gak mau Iqbaal terlibat." Ucapnya lemah. mengakhiri ceritanya dengan nafas lelah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gold Digger Fall In Love
Teen FictionTentang seorang gadis SMA yang mempunyai sifat matrek dan berubah sejak pacaran dengan anak baru di sekolahnya. Tentang rasa sakitnya mendapatkan cinta tidak tulus. Ikuti ceritanya gaes...!!!
