12. Full Broke (2)

1.5K 105 0
                                        

Pagi yang buruk untuk keluarga Angkasa. Dimana saat mereka harus memulai segalanya dari awal tapi hancur begitu saja karna ulah sang Papa.

Keluarga Angkasa berkumpul di ruang keluarga. Saling diam tanpa ada yg mau bicara. Surya duduk sendiri menyaksikan bagaimana anak laki-laki nya menenangkan istri dan anak gadis nya.

"Papa bisa jelasin" Surya mengubah posisi duduk nya menjadi lebih tegak.

Raina berdecih "Jelasin apa?! Kamu masih sama wanita itu Mas!" bentak nya.

Surya mengusap wajahnya frustasi "Dengerin aku dulu" Surya menyentuh jemari Raina akan tetapi ditepis kasar.

"Buat apa Pah? Segalanya sangat jelas" Embun berkelakar. Jemari nya digenggam erat oleh Langit.

Surya berdecak. Menatap wajah kecewa anggota keluarganya. Disaat ingin memulai malah hancur begitu saja.

"Kemarin Papa emang urus keperluan yang belum finish di Palembang. Pulangnya Papa dapat panggilan dari nomor tidak dikenal. Tante Magda telfon Papa pakai nomor baru. Nomor lama dia sudah Papa block semenjak Papa memutuskan memperbaiki keluarga ini. Papa ingin meluruskan juga ke beliau bahwa Papa tidak akan bersama beliau lagi"

"..."

"Papa juga baru sampai Em. Papa juga terkejut. Dipeluk seperti itu membuat Papa kaku. Papa lihat kamu tapi pelukan Magda semakin kuat. Papa harus apa? Saat berhasil mengejar kamu. Temanmu segera pergi. Papa bingung harus apa" Surya menghadap Embun yang membuang pandangan nya.

"Maaf" lirih nya.

Semuanya diam. Cukup masuk akal. Tapi sakit. Raina masih menunduk sampai akhirnya Raina bersuara.

"Aku lelah. Aku mau kita cerai"

"Mah?" tegur Langit. Raina hanya melirik Langit.

Embun semakin meluruhkan air mata nya. Embun sudah menebak akan begini akhirnya. Embun tertawa miris.

Surya menghembuskan nafas lelah. Kesal Surya berkata "Jangan pikir saya tidak tahu bahwa saat disana kamu masih sering berhubungan dengan Fajar"

"Iya" Raina menjawab tegas "Tapi saya berniat menyelesaikan hubungan saya hari ini. Dan malah kenyataan pahit yang saya terima. Saya sudah memutuskan. Saya ingin bercerai. Saya akan menikah dengan Fajar"

Langit menggeleng. Takjub. Merasa sangat menyedihkan di waktu yang sama.

Embun berdiri. Menatap semuanya. Masih dengan air mata nya Embun menatap mereka. Mengenang. Ini akhir tapi Embun akan kuat.

"Semudah itu kalian buat keputusan? Tanpa mikirin perasaan kami? Seperti kami tidak pernah hidup" sinis Embun membuat Raina menoleh.

"Bukan gitu nak-"

"Memang begitu" Langit berdiri. "Biar kalian aja yang pisah. Jangan saya ataupun adik saya" Langit mengenggam jemari Embun.

"Kalian bicara apa? Papa bahkan belum setuju untuk-"

"Setuju atau tidak. Saya tetap ingin bercerai" ucap Raina tegas tanpa melihat wajah Surya.

"Kenapa Mah? Kenapa?" tanya Embun sesak.

"Karna Papa mu selingkuh dengan asisten pribadi nya"

"Apa kabar dengan anda Nyonya Raina Pertiwi?" tanya Langit membuat Raina bungkam.

"Setidaknya Mama-"

"Anda membela diri!" teriak Embun membuat semuanya tersentak.

"Bahkan anda lebih rendah dari Tuan Surya Angkasa. Kenapa? Karna setidaknya Beliau berusaha mengakhiri akan tetapi Beliau dikejar. Tapi bagaimana dengan anda? Bahkan anda masih bingung untuk memilih keluarga anda atau laki-laki lain bukan? Keputusan anda sudah final?"

The Twins [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang