Embun sampai dirumah pukul 10 malam. Embun melarang Athalla untuk menghantar nya sampai di depan pintu rumah. Embun tahu Langit sedang menunggu nya disana. Tapi Embun terlihat biasa. Tidak ingin menunjukkan sedih nya. Embun sadar bahwa ini belum tepat waktu nya. Walau Embun sudah sangat muak dengan keadaan yang ada.
"Em lo tuh dari mana sih?! Janji nya tadi mau pulang sore. Ini tuh udah jam 10 malam Em. Gausah ikut-ikutan jadi nakal deh lo!" bentak Langit membuat Embun berhenti tepat didepan pintu. Ditempat Langit berdiri. Masih dengan keadaan yang sama. Menunduk menyembunyikan airmata nya.
Embun tahu Langit sangat khawatir. Maka dari itu Embun tidak ingin membuat nya semakin khawatir saat mendengar berita buruk yang dibawa Embun. Karna Langit bukan hanya khawatir saat tahu segala nya. Melainkan singa didalam dirinya akan menguar begitu saja. Embun bertekad untuk tidak menangis didepan Langit dan membiarkan Langit mengetahui segalanya esok.
Embun hanya mengangguki setiap ocehan Langit lalu berjalan mendahului Langit. Membuat Langit berdecak sebal. Dan menarik Embun agar menatap nya. Saat itulah Langit melihat segala nya. Perasaan marah. Tidak enak. Dan khawatir bergumul menjadi satu dibenak nya.
Kata-kata Langit melembut "Em habis dari mana? Kenapa pulang jam segini? Mama sama Papa khawatir tauk. Terus kenapa Em nangis? Diapain sama Athalla? Bilang ke Langit yah. Kalo perlu si Athalla sama si Petir Langit patahin deh tulang-tulang nya" Langit menarik Embun kepelukan nya. Saat itulah Embun tidak bisa untuk tidak menahan tangis nya. Berusaha agar isakan Embun tidak didengar oleh Mama dan Papa nya yang berada dikamar. Langit membawa Embun ke kamarnya.
Didepan pintu kamar Langit Embun berhenti menangis. Melepas pelukkan mereka. Menatap Langit. Wajah laki-laki berharga dihidup nya. Yang tidak pernah menyakiti nya. Tidak akan dia biarkan laki-laki ini juga tersakiti sepertinya. Walau dia pun tahu kenyataan yang diungkap nya esok akan sangat melukai jiwa laki-laki dihadapan nya.
Embun menyentuh wajah Langit dengan pelan. Merekam segala memori yang ada di kepala nya. Agar saat kejadian yang dibenci nya terulang. Embun sudah mengunci Langit dan seluruh kesempurnaan yang menyertai nya didalam hati. Langit memejam. Merasakan sentuhan lembut diwajah nya. Perasaan nya semakin tidak enak. Mereka sepasang kembar kan? Apapun yang dirasakan Embun menjadi yang akan dirasakan Langit juga. Embun menghambur lagi kepelukkan Langit. Membiarkan Langit mengusap rambutnya yang sedikit bergelombang karna seharian dicepol.
Embun menyudahi pelukkan nya "Tidur sana Lang. Gue juga ngantuk. Maaf udah buat khawatir" Embun mengecup pipi Langit lama. Langit memejam. Merasa ada yang menyiksa dari kecupan Embun di pipi nya.
Embun berbalik menuju kamar nya yang berada dihadapan kamar Langit. Langit memanggil Embun. Embun menoleh dan memejam saat bibir Langit mendarat di keningnya. Air mata nya luruh. Dia takut. Perasaan benci itu semakin menguar untuk orang yang sama.
Langit mengusap pipi Embun "Jangan buat gue panik Em. Tapi kalo belum sanggup cerita hari ini. Gue tunggu besok cerita lo yah" Embun mengangguk patuh "Selamat malam... Twins" saat mengucapkan itu Langit merasa sesak. Berjalan pelan menuju kamarnya. Melihat pintu kamar adik nya yang tertutup. Dan Langit masuk kembali ke kamarnya dengan perasaan sesak yang entah datang dari mana.
Dibawah sana. Seorang ayah melihat interaksi hangat anak kembarnya. Seorang ayah yang merasa bersalah karna telah menyakiti semua orang selama beberapa tahun terakhir. Seorang ayah yang sedang bingung akan mengambil keputusan yang seperti apa saat esok pagi Putri tercinta nya yang sering disakiti nya akan mengungkapkan segalanya. Seorang ayah yang sedang menahan tangis melihat interaksi Putra dan Putri nya yang seperti akan berpisah. Bagaiman bisa seorang ayah seperti nya mendapatkan penghormatan? Bahkan untuk membahagiakan keluarga nya saja dia masih tidak mampu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins [COMPLETED]
Novela JuvenilAmazed Cover by @widya_may "Buat gue, Embun adalah langit, tempat gue meminta dan selalu diberikan, tempat gue mencari kehangatan dan selalu berakhir dengan kenyamanan. Embun adalah sebagian dari hati gue. Yang nyakitin dia sama dengan nyakitin gue...
![The Twins [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/147603676-64-k958528.jpg)