"Saya mengingatmu. Sebagai sosok yang menguatkan saya. Tapi, saya benci mengingat luka yang juga diberikan olehmu"
-Embun Angkasa-
☁💧☁💧
Athalla berjalan cepat kearah ruangan dimana Embun dirawat. Athalla mendapat telfon dari Moza bahwa keadaan Embun sudah mulai membaik dan tanpa pikir panjang Athalla segera melajukan kuda besinya untuk menemui Embun.
Sesampainya didepan ruangan Embun, Athalla dihadang oleh Langit yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
"Hy Lang" sapa Athalla ramah.
"Gue males basa-basi" Athalla mengerutkan dahinya tanda kebingungan.
"Gue mau lo jangan lagi berusaha untuk buat Embun mengingat hal yang udah Embun lupain" lanjut Langit menjawab kebingungan Athalla.
"Wait. Bukannya lo awalnya juga setuju? So, kenapa sekarang tiba-tiba lo ngelarang gue untuk mengembalikkan ingatan Embun?" tanya Athalla masih tidak paham dengan keputusan sepihak Langit.
"Karena itu, gue nyesel udah setuju sama rencana lo buat mengembalikkan ingatan Embun" lirih Langit.
"Gara-gara rencana lo Embun terancam memiliki amnesia selamanya, bahkan bisa jadi mungkin kalau terus dipaksakan ingatan Embun akan stuck dimasa 10 tahun silam" lanjut Langit.
Athalla terkejut. Tidak menyangka bahwa keegoisannya dapat membuat Embun merasa tersakiti.
Athalla menyesal. Dia hanya memikirkan diri sendiri yang ingin selalu diingat oleh Embun. Tapi tanpa Athalla sadari Embun malah tersakiti karena keinginannya.
"Kalau lo mau jenguk silahkan. Tapi jangan berusaha apapun untuk buat Embun ingat masa lalu. Itu kalau lo beneran sayang sama dia" suara berat Langit mengejutkan Athalla yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri.
Athalla mengangguk mengerti dan mulai membuka knop pintu. Didalam sana sudah ada Moza yang tengah bercerita tentang keadaan sekolah selama tidak ada Embun.
Embun menatap Athalla sekilas. Lalu tersenyum manis. Menularkan sebuah senyum juga dibibir Athalla. Athalla berjalan mendekat. Melirik Moza sekilas dan menggantikan Moza yang sudah mengubah posisi duduk menjadi berdiri.
"Ekhem" deham Moza membuat Embun melirik kearahnya dan Athalla sedikit menoleh.
"Kayaknya gue ganggu. So, ya gue harus pergi cari makanan heheh. Dan Em, lo mau nitip sesuatu maybe? Karena gue tau lo bosen sama makanan rumah sakit kan?"
Embun mengangguk "Coklat?" tanya Embun.
"Siap sedia Ndoro Ratu laksanakan" sergah Moza dengan diiringi hormatan kepada Embun. Membuat Embun terkekeh.
"Ath?" seperti tahu maksud panggilan Moza Athalla hanya menggelengkan kepalanya namun dengan tatapan yang masih tertuju untuk Embun.
"Ouh oke" balas Moza mengerti dan Moza segera melangkahkan kakinya cepat. Memberi ruang kepada dua temannya untuk berbicara berdua.
Setelah Moza pergi yang terjadi hanya hening. Athalla terus menatap Embun dan dengan santainya Embun hanya bermain game diponselnya tanpa perduli tatapan Athalla.
"Em?" Embun melirik Athalla sekilas lalu melanjutkan permainannya yang belum selesai.
"Embun" panggil Athalla lagi dan Embun hanya mengangguk tanda mendengar tapi masih tetap berkutat dengan ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins [COMPLETED]
Teen FictionAmazed Cover by @widya_may "Buat gue, Embun adalah langit, tempat gue meminta dan selalu diberikan, tempat gue mencari kehangatan dan selalu berakhir dengan kenyamanan. Embun adalah sebagian dari hati gue. Yang nyakitin dia sama dengan nyakitin gue...
![The Twins [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/147603676-64-k958528.jpg)