7. Pertengkaran

1.7K 120 6
                                        

Pagi ini Embun dan Langit berangkat sekolah menggunakan motor kesayangan Langit.

Moza dijemput oleh Bayu atas permintaan Embun pagi tadi.

Setelah sampai di parkiran, dan selesai memarkirkan motor mereka, Langit dan juga teman-teman nya berjalan kearah gedung sekolah.

Petir datang dengan motor thrill nya lalu terdengar suara gaduh.

Langit dan teman-teman nya menoleh kearah suara gaduh berasal, dan dengan gerak refleks Langit berlari kearah Petir yang sedang menyeringai kearah mereka.

Motor sport hitam kesayangan Langit sudah tergeletak di tanah parkiran.

Dan pelaku nya adalah Petir. Langit segera memberikan tinju nya.

Mengunci pergerakkan Petir dan menghabisi Petir.

Gerbang parkiran di tutup oleh Bayu. Embun tidak mengizinkan siapapun membantu ataupun menengahi sekalipun guru mereka.

Langit kalap dan saat terakhir Langit mengambil balok kayu yang tergeletak, dan akan digunakan nya untuk menghabisi Petir.

Embun berlari kearah mereka. Menarik Langit menjauh dan meminta Bayu juga Moza untuk membawa Petir ke uks.

Tapi sebelum itu Embun berkata kepada Petir "Masih pagi, dan lo nyari masalah? Yaudah gini akibat nya. Kalo ngga ada gua apa yang bakal terjadi? Lo mati Tir! Udah kalah berkali-kali tapi masih ngga kapok ya lo! Pergi lo sana!" Moza dan Bayu segera membopong Petir menjauh.

"Nakal sih lo" jitak Bayu sambil terkekeh.

"Bay, udah kesakitan jangan ditambahin lagi" jawab Moza menahan tawa.

Setelah mereka pergi, Embun membopong Langit yang kelelahan. Membawa Langit kedalam kelas. Mendapat tatapan dari penghuni kelas Langit.

"Ngga usah liat-liat! Keluar lo semua dari sini!" bentak Embun,
semua yang ada di dalam kelas berlari cepat keluar kelas dan segera menutup pintu.

Tapi tidak dengan Athalla yang sedang asik membaca novel.

Embun tidak perduli. Embun segera membasuh luka Langit.

Walaupun menang telak, Langit tetap terluka.

"Udah! Gue mau balik kelas" dan Langit hanya mengangguk.

Embun berjalan keluar kelas diikuti oleh Athalla. Embun tahu dia diikuti tapi Embun hanya diam.

Embun mulai jengah karna Athalla tidak juga menghentikan langkah nya.

"Mau ngapain sih lo?!" bentak Embun menatap kearah Athalla.

"Minta pertanggung jawaban dari lo" jawab Athalla santai.

"Tanggung jawab apa?! Si Petir? Yang salah dia! Lo ajarin sana kakak lo!" usir Embun dan hendak melanjutkan perjalanan kearah kelas.

"Biar urusan Langit dan Petir. Ini antara lo dan gue"

Embun mendelik "Mau lo apa?!"

"Tanggung jawab"

"Emangnya gue ngehamilin lo" jawab Embun santai membuat Athalla terkekeh.

"Apaan sih? Malah ketawa" judes Embun.

"Jangan lupa lo udah ngerjain gue kemarin"

"Gue inget"

"Ya terus?"

"Fine! Tanggung jawab apa? Berapa? Biar gue transfer, bawel banget sih!" geruth Embun mulai lelah.

"No! Gue ngga minta uang"

"So?!"

"Jadi asisten gue 3 hari"

The Twins [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang