18. Back To School

1.3K 100 0
                                        

Please vote nya jangan lupa ya guys
Terima kasih
Arigatou
Danke

💧☁💧☁

Embun sudah mulai kembali ke sekolah. Sekolahnya tidak berubah sedikitpun, masih banyak anak-anak nakal seperti Geng Galaxy dan Thunder yang sering berbuat ulah.

"Eh neng!" panggil seseorang dari arah belakang membuat Embun menggeram sebal, tanpa perlu memutar tubuh pun Embun tahu siapa yang baru saja memanggilnya.

"Sombong bener jadi perawan," sinis orang itu lagi membuat Embun berbalik badan dan memasang wajah permusuhan ke arahnya.

"Mau lo apa?"

"Nanya kabar aja sih, gimana udah sehat?" tanyanya lagi.

"Ngga.usah.basa-basi." kata Embun dengan penuh penekanan.

"Ck! Judes banget jadi cewek!" kekeh orang itu.

"Akbar lo lagi ngapain?" teriak seseorang dari balik punggung laki-laki yang di sapa Akbar itu.

"Oh, hay Embun," sapa laki-laki ber- name tag Vickram Rathore tersebut.

"Ngga penting banget sih lo berdua!" kesal Embun lalu melangkah meninggalkan Akbar dan Vickram.

"Lah cabut?" tanya Akbar heran.

"Muka lo tutupin kresek mangkannya biar Embun kaga muntah," ledek Vickram membuat Akbar mencebik.

Mereka lalu pergi meninggalkan koridor menuju kelas mereka yaitu kelas XI IPS 3. Tapi langkah mereka terhenti karena ada dua gadis cantik yang tengah menghadangnya.

"Petir mana?" tanya Tasya.

"Lo bener pacaran sama dia?" tanya Vickram heran.

"Di tanya malah balik nanya," sinis Acha ke arah Vickram.

Vickram tidak menjawab dan hanya berjalan mendahului mereka semua, membuat Akbar, Tasya dan juga Acha menyusul Vickram.

💧☁💧☁

Sekarang Embun, Moza, dan juga Vega sudah berada di kantin. Embun sedang menunggu pesanan bakso dan juga minuman coklatnya.

"Kok Acha tadi ngga duduk sama lo Ve?" tanya Embun memecah keheningan.

"Nah, iya tuh! Dari tadi gue mau tanya itu lupa mulu," tambah Moza di tengah-tengah kesibukannya mengunyah kripik singkong.

"Aku ngga tau Em, Za. Aku tadi nyapa dia juga tapi dia sinis banget," jawab Vega dengan wajah lesu.

"Apa dia udah tahu soal hubungan lo?" terawang Moza yang hanya dibalas dengan gelengan oleh Vega.

"Terus kok dia bisa tiba-tiba berubah gitu? Hampir enam tahun temenan dia ngga pernah gitu kan Em?" tanya Moza dan yang di tanya hanya mengendikkan bahunya tanda ia juga tidak mengetahui apa-apa.

Dari arah pintu masuk kantin terlihat Tasya dan Acha berjalan berdua, mereka terlihat seperti sudah berteman akrab. Padahal selama ini Acha hanya berteman dengan Embun dan Moza, bahkan Acha beberapa kali terlibat percekcokan dengan Tasya karena merebutkan Langit.

"Tuh!" tunjuk Embun dengan dagunya tanpa mengalihkan objek pandang yang begitu menarik perhatian, yaitu kebersamaan rival sekolah Acha dan Tasya.

"Kok? Kok?" gagap Moza lalu menoleh ke arah Embun. "Lo tahu kan yang di pikirin gue apa?" membuat Embun mengangguk.

The Twins [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang