Ngga ada kesulitan yang musuhan sama kemudahan dan jalan keluar. Tuhan menyatukan mereka, agar kita terus berharap kepada-Nya.
Moza Anjani
Happy Reading 😊
Satu hari sebelumnya…
"Dateng juga lo akhirnya," ucap Tasya saat melihat kehadiran Acha di parkiran sekolah yang sudah cukup sepi.
"Ki-kita mau ke mana?"
"Berisik! Ayo, cepet!" bentak Tasya sambil menarik tangan Acha kasar, membuat Acha merintih kesakitan sebelum masuk ke dalam mobil.
Mobil mewah yang dikendarai Tasya melaju dengan kecepatan penuh membelah jalanan ibu kota. Tasya tidak tahu, bahwa di balik saku kemeja yang dipakai Acha, ada sebuah mikrofon berbentuk pulpen yang sengaja diletakkan di sana.
Mikrofon itu tersambung dengan sebuah earphone, yang digunakan oleh Charlie dan juga Embun. Di belakang mobil mewah yang dikendarai Tasya pun, dengan sangat hati-hati, Embun dan teman-temannya juga tengah mengikuti ke mana mereka akan pergi.
"Kita mau ke mana, Tas?"
Tasya melirik sekilas sebelum menginjak pedal rem karena lampu lalu lintas baru saja berubah menjadi merah, "Ikut aja sih, rewel banget lo!" sinis Tasya membuat Acha gusar sendiri karena belum bisa memancing Tasya untuk memberitahukan kemana mereka akan pergi.
"Tapi-"
"Berisik! Ngerti ngga, sih? Mending lo diem, karena suara lo merusak gendang telinga gue!" seru Tasya keras membuat Acha kali ini benar-benar bungkam.
Tasya menoleh ke arah jok belakang dan menyuruh Acha untuk mengambil totebag yang ada di sana.
"Sekarang, ganti seragam lo!"
"Tas, jawab aku dulu kita mau ke mana?"
Tasya menoleh sekilas, "Pergi jauh,"
"Aku ngga mau- awh!" ringis Acha karena sebelah tangan Tasya menarik rambutnya dengan kasar.
"Ngga usah ngebantah! Cepet ganti baju lo!" sentak Tasya tidak sabar sampai-sampai menarik seragam atas Acha, membuat beberapa kancingnya terputus dan hampir saja membuat bagian dadanya terekspos, untung saja Acha selalu membiasakan diri untuk memakai pakaian dalam saat sebelum memakai seragam.
"Tasya!"
"Ngebantah terus sih lo!" sungut Tasya sambil melambatkan laju mobilnya karena sudah memasuki jalanan yang cukup ramai.
Tasya melirik Acha yang masih bergeming menutupi dadanya dengan totebag yang diberikan olehnya. Sampai akhirnya tatapannya jatuh kepada sebuah benda aneh yang ada di pakuan Acha.
"Apaan tuh?" tanya Tasya sambil sebelah tangannya berusaha menggapai benda tersebut.
Acha tersentak, dan dengan segera mengambilnya lebih cepat dari Tasya dan segera menyembunyikannya. Hal itu membuat Tasya memicing curiga namun ia tetap berusaha fokus membawa mobilnya melaju.
"Bukan apa-apa,"
"Jangan macem-macem ya lo, itu apa? Mana sini cepet gue mau liat?" paksa Tasya dengan menarik pergelangan tangan Acha kasar, membuat tangannya tergores kuku Tasya dan kembali terluka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Twins [COMPLETED]
Genç KurguAmazed Cover by @widya_may "Buat gue, Embun adalah langit, tempat gue meminta dan selalu diberikan, tempat gue mencari kehangatan dan selalu berakhir dengan kenyamanan. Embun adalah sebagian dari hati gue. Yang nyakitin dia sama dengan nyakitin gue...
![The Twins [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/147603676-64-k958528.jpg)