34. Penyelidikkan

964 83 0
                                        

Happy Reading😊

Moza sampai di kelas dengan nafas tersenggal, membuat Embun dan Acha saling berbagi tatap mempertanyakan ada apa dengan sahabatnya yang satu itu.

"Kenapa, Ja?"

"Mi… num." Acha segera menyerahkan jus mangga yang tadi dia beli di kantin bersama dengan Embun.

"Lo tau ngga sih-"

"Ngga!" ucap Acha memotong kalimat Moza membuat Moza mencubit tangannya.

"Sakit, Ja!" rengeknya membuat Moza mengibaskan tangannya karena kegerahan.

"Ada apaan sih?" tanya Embun semakin penasaran dengan wajah panik Moza, tapi Moza malah merampas mini fan yang ada di hadapan Acha membuat mereka berebutan.

"Yaelah!" desah Embun malas sambil berjalan ke arah rombongan siswi kelasnya yang terkenal suka dandan seperti Acha.

"Bul, pinjem mini fan dong," pinta Embun kepada temannya yang bernama Bulbul, membuat Bulbul memicing karena Embun sangat jarang meminjam sesuatu kepada orang yang tidak terlalu dekat dengannya.

"Lho, bukannya Acha punya? Dia kan beli di olshop gue juga, Em? Atau kalian masih berantem?" tanya Hana temannya yang lain, Hana termasuk siswi rajin dan benar-benar kreatif apalagi dalam hal menghasilkan uang. Dia selalu menggunakan cara positif seperti berdagang atau bekerja sebagai guru private anak-anak SD untuk menopang biaya hidup dan sekolahnya.

"Ih pinjem!" paksa Embun membuat Bulbul akhirnya menyerahkan mini fan miliknya meskipun dia sedang dilanda kegerahan juga.

Embun berjalan sebentar lalu berbalik mematap Hana, "Jangan kepo, Han!" ucapnya dengan suara dingin membuat Hana bergidik ngeri.

Embun sampai kembali di mejanya dan melihat Moza juga Acha sudah berbagi mini fan dengan tenang. Membuatnya menatap mini fan milik Bulbul yang dipinjamnya secara paksa tadi, lalu Embun hanya mengendikkan bahu sambil menyalakan mini fan tersebut dan dipakainya untuk dirinya sendiri.

"Heh Oja! Mau cerita apa lo?" tanya Embun akhirnya setelah melihat Moza sudah kembali asik dengan sekantong keju slice miliknya.

"Iya gue hampir lupa, untung Embun cayang yang ingetin." ucap Moza sambil mencepol rambutnya yang panjang.

"Najisssshhhh!"

"Pake H ya Em? Ala-ala Dara Arafah yang selebgram itu." sambung Acha sambil terkekeh, yang diangguki oleh Embun.

"Jadi gini…"

Drrt… drrt…

Getaran panjang dari ponsel milik Acha yang berada di atas meja membuat Moza terpaksa menghentikkan kalimatnya.

"Siapa?" tanya Embun karena melihat wajah pucat Acha.

"Tasya." bisiknya membuat Moza menggebrak meja saking antusiasnya.

Tak!

"Apaan si, Em?" gerutu Moza karena kepalanya dipukul menggunakan mini fan berwarna hitam yang dipegang oleh Embun. Meski pelan, namun itu tetap terasa sakit.

"Berisik! Ngagetin aja! Tuh liat pada pantengin muka lo jadinya!" ucap Embun kesal membuat Moza meringis sambil memperhatikan teman sekelasnya yang masih menatapnya.

"Embun! Nanti rusak!" seru Bulbul karena menyadari mini fan miliknya lah yang dijadikan tumbal kegemasan Embun kepada Moza.

"Gue ganti!" seru Embun membuat Bulbul mencebik, lalu kembali beralih menatap Moza.

The Twins [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang