14]~Telat Lagi

343 14 0
                                        

"Saya mohon ya, Pak," pinta Ezra mencoba membujuk Pak Saleh untuk membuka gerbang sekolah, karena dirinya hanya telat beberapa menit saja.

"Maaf mas, tapi ini sudah menjadi aturan sekolah. Mas nya tunggu sebentar di sini, sampai Bu Mega datang," tutur Pak Saleh kepada cowok itu.

Belum sampai Ezra membuka mulutnya lagi, tiba-tiba seorang cewek menabraknya hingga membuatnya terdorong ke samping.

Sambil mengatur nafasnya, cewek itu segera bernegosiasi kepada satpam tersebut. "Pak bukain, ya. Bentar aja kok. Saya janji bakal langsung lari secepat mungkin biar guru gak ada yang liat. Ya Pak?" bujuk cewek itu masih dengan nafas yang tak beraturan.

"Kamu lagi, kamu lagi. Kenapa sukanya telat sih mbak?" tanya Pak Saleh yang heran karena selalu melihat cewek ini terlambat lagi dan lagi.

Ezra menghela nafas dan tersenyum kecil saat mengetahui cewek yang langganan telat itu ternyata adalah Elvina Allya.

Pak Saleh menggelengkan kepala saat El berkali-kali berusaha membujuknya lagi. "Gak bisa, kalian harus tetap tunggu di sini sampai Bu Mega datang dan kasih kalian hukuman," tolak Pak Saleh sekian kalinya.

Detik selanjutnya, El langsung menoleh ke samping ketika mendengar Pak Saleh menyebut kata kalian. Saat itu juga El baru menyadari keberadaan cowok itu yang juga sama-sama telat dengannya.

"Lo telat juga?" tanya El yang terdengar bodoh.

"Kenapa? Emang cuma lo doang yang boleh telat?" sungut Ezra.

El mengalihkan pandangannya sambil berdecak kesal saat pertanyaan baik-baiknya malah dijawab seperti itu oleh Ezra. El selalu merasa menyebalkan jika bicara dengan cowok itu.

"Pak, bukain dong. Bapak gak kasihan lihat saya dimarahi dan dihukum tiap hari?" ucap El terdengar semakin panik ketika melihat Bu Mega sudah hampir dekat dan menghampiri mereka.

"Bukannya kapok. Kamu malah ngulangi lagi," balas Pak Saleh yang tidak habis pikir dengan pemikiran El.

"Elvina Allya? Lagi?!" sentakan Bu Mega itu sontak membuat El terjungkal sedikit ke belakang. "Sekarang telatnya ngajak teman?" ucap Bu Mega yang menoleh ke arah Ezra.

El hanya tertunduk pasrah saat Bu Mega kini sudah berada di hadapannya.

"Kamu, Ezra kan?" ucap guru itu setelah mengingat sesuatu.

"Iya, Bu," jawab Ezra mengangguk.

Bu Mega menghela nafas, sebelum berkata, "Kalian boleh masuk kelas sekarang. Istirahat pertama temui saya di ruang BK."

"Dia aja kan bu?" tanya Ezra melirik El.

"Kalian berdua!" tegas Bu Mega.

Ezra dan El yang sama-sama kaget dengan bentakan Bu Mega, langsung buru-buru masuk area sekolah, setelah gerbang tersebut sudah dibuka oleh Pak Saleh.

"Gara-gara lo, nih," ujar Ezra ketika mereka berdua tengah berjalan berdampingan melewati koridor aula menuju kelas.

El menoleh cepat mendengar cowok itu menyalahkannya. "Kenapa jadi gue? Heh! Kalo lo gak mau dihukum, ya jangan telat! Pakai nyalahin gue segala," sewot El.

"Kalo misal gue telat sendiri, gue gak bakal dihukum karena ini cuma pelanggaran pertama gue," keluh Ezra.

El membulatkan matanya menatap ke arah cowok itu.

"Berhubung gue telatnya sama lo, gue jadi ikut kena hukuman," lanjut Ezra.

"Hahaha," tawa El dengan wajah datar. "Lo kena hukuman gara-gara gue ya? Rasain!" lanjutnya dengan mimik wajah yang menyebalkan dan berjalan mendahului Ezra di depan.

Elvina [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang