Ezra datang sampai ke sekolah seperti biasanya, yaitu pukul 06.30. Ia lalu berjalan dari area parkiran, melewati lapangan utama untuk menuju ke kelasnya. Namun, tak sengaja ia mendengar obrolan dua cewek yang saat itu berjalan tak jauh darinya.
"Lo udah denger beritanya belum?"
"Berita apa?"
"Itu loh, katanya si El sama Rafa udah jadian."
"Demi apa lo?"
Ezra menghentikan langkahnya dan memandangi kedua cewek tersebut yang perlahan menjauh darinya. Lalu ia mendengar lagi percakapan lain dari beberapa cewek yang melewatinya.
"Katanya kemarin mereka jadian."
"Rafael yang dulu sama Rere itu kan?"
"Iya. Sekarang sama si Elvina itu."
"Bukannya mereka sahabatan dari lama?"
Ezra menyadarkan pikirannya, kemudian mempercepat langkahnya agar segera sampai di kelasnya. Saat berada di ujung pintu kelas, ia melihat El yang sudah ada di bangkunya. Cewek itu terlihat sedang tersenyum sambil memainkan ponselnya.
"El," panggil Ezra saat melewati bangku El.
"Hm?" El menoleh. "Kenapa Zra?" tanyanya.
Ezra terdiam sesaat menatap El kemudian membuka mulutnya. "Lo udah-."
"El! Gue ikut seneng!" seru Sarah yang tiba-tiba datang dan langsung merangkul teman sebangkunya itu.
"Hah? Apaan?" ujar El tak paham.
"Gak papa El, gue tau lo mungkin masih malu sekarang, karena ada Ezra kan?" ujar Sarah sedikit menoleh pada Ezra.
"Ngapain gue harus malu?" heran El.
"Nanti lo harus cerita, ya. Gue mau ke perpustakaan bentar," ucap Sarah yang pergi keluar kelas dengan membawa buku tanpa menjelaskan apapun pada El yang masih kebingungan.
"Apaan sih tuh cewek. Makin gak jelas semenjak sama Kak Dito," gerutu El. "Eh Zra? Lo tadi mau ngomong apa?" tanyanya beralih pada Ezra yang masih berdiri di sampingnya.
"Oh, enggak. Gak jadi," jawab Ezra yang kemudian duduk di bangkunya sendiri.
El hanya mengangguk kemudian kembali berkutat dengan ponselnya.
Ezra memandangi cewek di depannya ini, kemudian mengambil earphone nya. Lalu Ia menelungkupkan badannya di meja dan memejamkan mata, berharap bisa tertidur sebentar sampai jam pelajaran pertama dimulai.
|•|•|•|
"Zra, gue pulang bareng lo ya?" ucap El setelah terburu-buru menyusul Ezra yang lebih dulu keluar dari kelas.
"Rafa kenapa? Gak masuk?"
"Rafa? Masuk. Emang kenapa?" El bertanya balik.
"Lo gak bareng dia?"
El langsung mengernyit heran. "Biasanya kan gue juga bareng lo. Kenapa tiba-tiba sekarang lo tanya kayak gini?"
Ezra menghentikan langkahnya, diikuti El yang berdiri disampingnya. Kemudian menghadap ke cewek itu. "Mulai sekarang jangan bareng gue lagi, ya. Kecuali kalo emang Rafa lagi gak bisa," jelas Ezra dengan tersenyum kecil.
"Lah? Emang kenapa?"
Ezra kembali berjalan. Begitu pun El yang juga kembali mengikutinya. "Ya, karena emang gak bisa. Udah lo diem disini. Jangan ikutin gue," tegasnya dengan menahan kedua bahu El agar tidak kembali mengikutinya.
"Zra! Lo kenapa sih?!" teriak El yang menurut untuk diam di tempat, sementara Ezra sudah menjauh menuju area parkiran.
"Kenapa El?" tanya Sarah memegang pundak cewek itu dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvina [COMPLETED]
Teen Fiction-Elvina Allya Cewek tomboy yang biasa dipanggil El sedang menghadapi kasus friendzone. Dia selalu mengorbankan apapun demi kedua sahabatnya yang saling suka. Meskipun itu membuatnya berkali-kali menangis seorang diri dikamar. - • - "Lo pi...
![Elvina [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/130449847-64-k698358.jpg)