Mau vote dulu gak? Hehe
|•|•|•|
Ezra mengantarkan El pulang dengan motornya. Saat perjalanan, El tampak tidak seperti biasanya. Tentu Ezra menyadari perubahan cewek itu yang tak mengucapkan sepatah kata pun sejak tadi hingga mereka tiba di depan rumah El.
El turun dari motor Ezra, melepaskan helmnya, lalu memberikannya pada Ezra. "Thanks," ucap El singkat sembari tersenyum tipis meskipun hanya sesaat.
Tentu saja Ezra sedikit kaget melihat senyuman itu. Ia pun hanya mengangguk tanpa mengucapkan apapun. Ketika Ezra sudah hendak menyalakan kembali mesin motornya, suara El menghentikannya.
"Lo gak mampir dulu?" tanya El tiba-tiba.
Ezra tercengang di tempat.
"Zra?"
"Hah? Oh, boleh sih, kalo lo maksa," jawab Ezra yang kembali turun dari motornya.
"Lo tau arti kata mampir kan? Berkunjung dengan jangka waktu sebentar," ujar El berusaha menjelaskan maksudnya agar tidak disalah artikan oleh cowok itu.
Ezra terkekeh sambil mengikuti langkah El dari belakang. "Nyokap lo mana? Kok kayak sepi banget?" tanya Ezra menoleh kanan kiri saat memasuki rumah El.
"Gue juga gak tau. Mungkin lagi pergi keluar bentar," jawab El.
"Adik lo?"
"Hm? Sekarang jam sembilan, ya. Mungkin Kei masih tidur," jawab El setelah menoleh ke arah jam dinding, kemudian bergerak menuju dapur untuk membuka kulkas. Tentu saja masih diikuti Ezra di belakangnya.
"Lo panggil dia Kei?" tanya Ezra yang penasaran.
El menoleh sekilas pada Ezra dan bertanya balik, "Emang aneh ya?"
"Enggak sih. Cuma agak gimana gitu. Kayak bukan lo aja," jawab Ezra diiringi tawa pelan.
"Emang gue gimana?"
Ezra yang tidak menduga pertanyaan itu akan muncul, hanya mengangkat kedua bahunya.
"Mau minum apa? Cola atau jus?" tawar El menunjukkan isi kulkas pada Ezra.
"Terserah. Apa aja yang lo kasih, gue mau kok," jawab Ezra yang mencoba sedikit bercanda.
"Ya udah, air putih aja kalo gitu. Tuh, ambil sendiri," ujar El yang menunjuk kea rah dispenser air, kemudian pergi meninggalkan Ezra di dapur. Ia berjalan menuju kamar Keisha, hendak membangunkan gadis itu. Namun, dering telepon rumah membuatnya berbalik untuk mengangkatnya.
"Halo," ucap El mengawali lebih dulu.
"Assalamualaikum," ucap seorang di seberang sana mencoba mengingatkan El untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.
El memutar matanya, malas. Satu kalimat itu saja sudah membuatnya mengetahui siapa penelpon tersebut. Siapa lagi kalo bukan kakak laki-lakinya, Ryan.
"Waalaikumsalam," jawab El dengan malas.
"Lo libur kapan?"
"Libur apaan? Baru juga masuk seminggu kemarin."
"Eh iya, gue lupa. Lo kan masih SMA, ya." balas Ryan tertawa singkat.
"Udah deh Yan, kalo lo telpon cuma buat ngomong gak jelas gini, mending gue tutup."
"Gak sopan banget lo sama gue. Awas aja kalo minta duit."
"Iya, apaan? Kenapa telpon?"
"Kabar disana gimana? Mama sama Keisha sehat-sehat kan?"
"Iya mereka baik-baik aja. Lo gak nanya gue?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Elvina [COMPLETED]
Novela Juvenil-Elvina Allya Cewek tomboy yang biasa dipanggil El sedang menghadapi kasus friendzone. Dia selalu mengorbankan apapun demi kedua sahabatnya yang saling suka. Meskipun itu membuatnya berkali-kali menangis seorang diri dikamar. - • - "Lo pi...
![Elvina [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/130449847-64-k698358.jpg)