"gimana rasanya jadi Nyonya Algibran season 2?"
Veranda yang mendengarnya hanya menghela nafas sambil mengindikan bahu.
"masih sebulan, jadi yah begitulah. Semua baik-baik aja,masih aman sentosa" kata Veranda sekenanya.
Siang ini Veranda berkumpul untuk makan siang bersama Astrid dan Luna setelah mendapat ijin dari suaminya. Sekedar melepas rindu pada 2 manusia absrud yang menemani Veranda saat magang hingga akhirnya berpacaran dengan bos mereka, bahkan mereka tetap berkomunikasi dengan baik meski Veranda sudah mengundurkan diri dari perusahaan untuk fokus pada rumah tangganya daripada tumpukan berkas yang tentu setiap hari akan menggunung dimeja kerjanya.
"itu kamus berjalan gimana kabarnya? Sumpah yah, gue tuh masih baper liat kebersamaan pak Keynal sama Naomi pas diacara pernikahan lo kemarin tau gak! Tuh anak mulutnya udah di setting makanya ngomongnya manis banget waktu itu" Luna begitu bersemangat membahas Naomi. Menurutnya Naomi itu unik! Udah itu aja.
"Keynal sama Naomi emang begitu setiap hari. Mereka berdua emang saling menyayangi satu sama lain dari dulu"
"terus Naomi gimana? Sikap dia ke lo baik kan?" kali ini Astrid ikut bertanya. Dia cukup penasaran pada kehidupan Veranda setelah menikah.
"Naomi... Yah begitulah, masih labil. Dia kadang terlalu susah untuk dipahami..." Veranda mendadak hilang semangat membahas Naomi. Anak perempuan yang satu itu terlalu memusingkan pikirannya.
"aku hanya berharap sikap dia seperti ini karena belum terbiasa dengan kehadiranku dikehidupannya, dan aku yakin lambat laun Naomi pasti akan luluh" Veranda mencoba meyakinkan diri sendiri meski dalam hatinya dia agak ragu.
Luna dan Astrid diam mendengarnya, dalam hati juga mereka mengaminkan keyakinan Veranda.
"saran gue sih Ve, mungkin lo harus lebih sering kasih perhatian sama Naomi. Kasih dia sebuah perhatian yang emang belum dia rasain sebelumnya"
Kening Veranda mengerut mendengar nada suara Luna yang tiba-tiba serius.
"maksudnya Lun?"
"dia terlalu lama terbiasa tanpa seorang Mama dikehidupannya, coba kamu dekati dia seperti seorang Mama sama Anak. Contoh kecilnya yah seperti ajak dia ngobrol tentang kehidupan sekolahnya gimana, pria yang mencoba mendekati dia, ajak dia memilih fashion yang lagi hits dikalangan anak muda sekarang dan lain-lain. C'mon Ve, disini lo pendatang baru dikehidupan dia dan lo harusnya pintar-pintar nyari cara gimana Naomi bisa terbuka sama lo melalui hal sekecil itu"
Astrid dan Veranda terdiam beberapa saat. Baru kali ini mereka dibuat kagum dengan omongan Luna yang tumben-tumbennya agak rasional untuk diterima nalar manusia.
"Lun. Itu mulut emang bener punya lo? Kok agak pinteran dikit yah?" pertanyaan polos dari Astrid membuat Veranda menutup mulut menahan tawa, apalagi saat wajah Luna mendadak masam mendengarnya.
"beginilah nasib orang tukang bercanda. Sekalinya serius malah diragukan" Luna mencibir.
"tapi gue bener loh Ve. Gue sendiri udah pernah melewati itu semua dulu" tambah Luna serius pada Veranda.
Veranda tertegun. Luna benar, dan kali ini Luna memang benar.
Dibalik tingkah absurdnya, Luna memiliki masa remaja yang kelam. Mamanya pergi begitu saja meninggalkan Ayahnya demi bersama selingkuhannya dibandingkan Luna yang kala itu tengah jatuh sakit. Terluka? Jangan ditanya hancurnya perasaan Luna yang saat itu baru menginjak umur 15 tahun, bahkan dia bersumpah dalam hati untuk tidak memaafkan Mama kandungnya apapun yang terjadi. Dan pada akhirnya, jungkir balik kehidupan Luna terjadi ketika 2 tahun kemudian Ayahnya menikah lagi, dia juga sama seperti Naomi yang tidak terbiasa dengan adanya sosok baru dikehidupannya namun lambat laun dengan segala kasih sayang Ibu tiri yang begitu tulus menyayanginya membuat Luna luluh bahkan Luna yang selalu merawat Ibu tirinya yang waktu itu terbaring sakit hingga membuatnya mengambil cuti cukup lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Step Mother
FanfictionHidup Naomi awalnya baik-baik saja namun semua berubah ketika sang Papa mengenalkan calon Mama barunya. Banyak pertentangan yang dialami diumurnya yang ke17 dan dari semua pertentangan dialaminya, ada satu hal yang membuatnya merasa menjadi manusia...
