7. Yang Terbaik Bagimu

8.1K 603 38
                                        

Naomi terlihat mempesona dengan kebaya soft pink miliknya. Entah bagaimana dan kata apa yang layak untuk mendeskripsikannya tapi Naomi terlihat cantik dalam balutan kebaya tersebut. Didukung lagi dengan riasan make up tipis dan natural serta tatanan rambut yang dibiarkan terurai tanpa kacamata yang berada dimatanya, membuat Naomi tampak sempurna.


Mati lo!! Mati!!


Naomi hanya mendengus malas menatap Frieska yang betah memainkan game Mobile Legend diponselnya. Bahkan Frieska tampak tidak peduli akan tatapan para tamu yang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.

"Frieska. Kamu diliatin sama tamu yang sudah datang!"

"bodo amat. Kagak kenal juga gue sama mereka. Palingan habis ini gak ketemu lagi gue sama orang-orang disini" kata Frieska tanpa menatap Naomi.

Untuk kesekian kalinya Naomi mendengus menanggapi komentar Frieska. Meski apa yang dikatakannya benar, tapi tetap saja dia malas ketika seluruh mata menatap kearah mereka berdua.

"Frieska. Tapi ini acara akan dimulai. Gamenya bisa dihentikan untuk sebentar saja" kata Naomi yang masih geregetan dengan kelakuan sahabatnya itu.

"yeee polos. Sejak kapan game online bisa di pause? Boleh bego tapi jangan bego banget Naomi" kali ini Frieska sedikit menatap kearah Naomi.

"bahasa kamu kasar!  Saya laporkan nanti sama Papa"

"bocah banget sih lo. Dikit-dikit ngadu sama om Keynal. Emang lo siapanya om Keynal sampai lo harus ngadu segala?"

"dia kan Papa saya Frieska!"

"bohong lo. Lo itu sebenarnya anaknya bi Sisil. Lo Brojol pas bi Sisil lagi ngiris bawang-aaakhhh! Sakit Naomi bego!"

Frieska menghentikan permainannya dan langsung mengusap tulang keringnya yang baru saja bertemu sapa dengan sepatu milik Naomi. Namun Naomi hanya acuh dan mengabaikannya, dia lebih memilih menatap sang Papa tengah duduk dihadapan penghulu dan seorang Pria tua yang baru dia ketahui adalah wali Veranda. Pak Adam, suami Bu Uty yang merupakan orang tua asuh Veranda selama di panti.

Suasana rumah yang awalnya tampak sangat ramai berubah menjadi hening ketika seluruh pandangan mata mengarah pada 2 orang yang baru saja turun dari atas tangga. Veranda dan bi Sisil.

Veranda berjalan dengan senyuman tipis diwajahnya. Kebahagiaan terpancar dari manik mata hitamnya kala melihat Keynal yang terdiam mematung menatapnya dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan memuja.

Naomi pun dibuat menahan nafas saat melihat Veranda berjalan. Lagi dan lagi Naomi mengakui bahwa Veranda sangat cantik, bahkan kali ini aura kecantikan Veranda meningkat 5 kali lipat dari biasanya dan itu membuat Naomi hanya mampu diam ditempat menatapnya. Terutama cara Veranda berjalan dengan anggun dan mempesona disetiap langkahnya membuat Naomi mengumpat didalam hati.


She walks like Rihanna!

"yaelah bi Sisil ngapain coba jalan dibelakang tante Veranda? Buat rusak pemandangan mata aja idola gue yang satu itu" kesal Frieska.

Bi Sisil sebenarnya terlihat cantik hari ini. Kebaya khas perempuan jawa setra sanggulnya cukup membuktikan bahwa dia adalah perempuan khas jawa yang memiliki senyum yang manis. Namun sepertinya Frieska selalu sensi dengan idolanya itu. Tiada hari tanpa melibatkan Bi Sisil disetiap percakapan keduanya.


Naomi diam mendengarnya, matanya masih setia mengikuti Veranda yang sudah duduk disebelah sang Papa dengan sebuah kain yang berada diatas kepala Veranda dan Keynal.

My Step MotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang