38. Shake This Feeling

5.6K 527 52
                                        

Flashback on

"kita selesai sampai disini"

Naomi langsung memantung mendengarnya. Dengan cepat ia langsung menatap secepat kilat kearah Veranda yang hanya diam sedingin es menatapnya. Langkahnya yang ingin mengejar Frieska dia hentikan seketika.

"maksudnya apa ?" tanya Naomi dengan wajah innocent.

Veranda hanya tetap diam dengan wajah yang tak bisa diartikan Naomi.

"aku mau kita selesai sampai disini. Kita putus" kata Veranda tak main-main tentu saja membuat Naomi seperti tersambar petir ditengah hujan yang mengguyur ibu kota.

Naomi langsung bergerak cepat menatap Veranda. Pundak Veranda ditahan dengan kedua tangan kecil Naomi.

"Veranda kita bisa bicara baik-baik, kita perlu meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Saya mohon kita jangan berhenti sampai disini" kata Naomi memohon.

Namun Veranda tetap diam tak bersuara. Matanya menatap lurus pada Naomi yang menatapnya serius.

"sebenarnya ada apa dengan Veranda ? Veranda mengacuhkan saya beberapa hari ini. Ada apa dengan kita Veranda ?" Naomi terus mendesak Veranda untuk jujur, namun Veranda tetap diam layaknya batu dan itu semakin membuat Naomi tak mampu berfikir jernih.

"kalau saya ada salah tolong beritahu saya dimana letak kesalahan saya. Kita bisa memperbaikinya. Saya berjanji akan memperbaiki kesalahan saya, tapi saya mohon jangan usaikan semua ini Veranda"

Veranda melepas tangan Naomi yang berada dipundaknya dengan pelan. Veranda kembali menatap mata Naomi namun kali ini dia menggeleng.

"kamu tidak akan bisa memperbaikinya. Lagipula ini salah Naomi, hubungan ini gak akan pernah punya akhir bagi kita berdua. Ini salah" kata Veranda.

Naomi tau Veranda berbohong, dia bisa merasakannya melalui tatapan Veranda yang sepertinya menyembunyikan sesuatu.

"Veranda berbohong. Jika memang ini salah kenapa Veranda mengajak saya untuk memulai hubungan ini. Veranda berbohong dan saya tau itu" kata Naomi bersikeras.

Naomi menggengam tangan Veranda dengan lembut, dan ia juga menggecup punggung tangan itu penuh ketulusan.

"katakan apa yang salah. Jangan biarkan semua ini berakhir sebegitu mudahnya, saya tidak ingin semuanya berakhir" kata Naomi sarat putus asa.

Veranda menarik tangannya dari Naomi begitu kasar, dan itu membuat Naomi terkejut bukan main.

"kamu mau aku jujur ?" suara Veranda begitu datar dan menusuk, membuat Naomi tak mampu menjawabnya baik berusara ataupun menggangukan kepala.

"Aku hamil !"

flashback off


Air mata Veranda semakin deras menetes bersama dengan ingatan yang terus berlari menggejarnya meski sudah satu minggu lebih telah berlalu. Rasa sakit itu masih nyata meski berulang kali dia menepisnya, nyatanya wajah terluka Naomi semakin mencekik perasaannya dan menghujani rasa penyesalan yang belum terobati atau mungkin takkan bisa diobati.

"sudah seminggu kamu seperti ini ? Mau sampai kapan Ve ?" Bu Uty datang menghampiri Veranda yang sudah seminggu ini datang ke panti hanya untuk menangis.

"aku gak tau bu, aku sudah mengakhiri hubunganku dengan dia tapi tetap aku tidak bisa melupakannya" Veranda semakin terisak hebat ketika berbicara, bahkan punggungnya turut bergetar.

Veranda menceritakan semua yang terjadi di rumah tangganya, dia juga menceritakan bahwa dia jatuh hati pada seseorang dan berniat ingin meninggalkan Keynal demi mengejar cintanya. Veranda menceritakannya, yang dia tutupi hanyalah identitas siapa orang yang membuat hatinya pindah haluan.

My Step MotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang