31. Selamat Malam Yang Menyedihkan

6.9K 469 34
                                        

Frieska menghela nafas beratnya untuk kesekian kalinya. Dia membuang pandangannya dari Naomi yang duduk didepannya dengan raut wajah yang terlihat berbinar. Sangat berbeda darinya yang menunjukan raut wajah senduh.


Kantin terisi penuh oleh suara berisik oleh mereka yang sedang bersenda gurau, tapi tidak dengan meja yang di duduki oleh Frieska dan Naomi. Mereka hanya berdua, tapi tidak ada satu dari mereka yang berbicara.

“Lo beneran serius mau menjauh dari gue setelah kejadian kemarin?”

Naomi yang sedang tersenyum-senyum sendiri membayangkan ciuman panasnya bersama Veranda kemarin, mendadak luntur ketika Frieska berbicara. Naomi menatap mata Frieska yang terlihat kalut.


“Fries, kita tidak menjauh. Jika kita menjauh pasti kita berdua tidak duduk ditempat yang sama. Buktinya saja saya tidak pindah tempat duduk”

Frieska mengalihkan matanya pada Naomi. Dia menatap Naomi dengan tatapan yang sulit diartikan.
“menjauh tidak hanya tentang jarak, tapi tentang bagaimana kita berinteraksi. Lo ada di dekat gue, tapi sekarang lo terasa sangat jauh saat ini”

Naomi mengatup mulutnya ketat. Dia membenarkan apa yang dikatakan Frieska. Naomi tetap berada disebelah Frieska tapi nyatanya interaksi mereka tak seakrab dulu. Ada jarak yang sengaja Naomi bangun untuk menghindari rasa kecewa dari Frieska yang mungkin akan sakit hati karena Naomi tidak bisa memegang omongannya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada orang yang salah. Frieka kembali membuang pandangannya tak sanggup menatap Naomi.

Keduanya kembali dalam mode hening, hingga tiba-tiba Adam lari pontang-panting dengan raut wajah panik menuju Frieska dan Naomi membuat seluruh mata di kantin menoleh padanya.

“Fries.. gawat… gawat kode 48 !!” katanya panik dengan nafas terenggah.
Frieska dan Naomi tidak mengerti maksud dari Adam. Apa itu gawat kode 48 ?

“apaan sih lo ? gawat apaan ? itu juga ada kode 48 lagi. Nomor togel ?” tanya Frieska bingung.

Adam menggeleng kuat. Dia mencoba menetralisi kepanikannya dengan menarik nafas berulang kali.
“i-itu, pacar lo lagi berantem”

Kening Frieska bergelombang bingung mendengarnya. “pacar ? siapa emang pacar gue ?” tanyanya.

Adam menjambak rambutnya kesal. “RENO BERANTEM DI LAPANGAN !!!”

Teriakan Adam membuat seisi kantin hening beberapa detik. 3 detik kemudian semuanya langsung berhamburan berlari menuju lapangan.

“Adam serius ? Reno berantem sama siapa ?” tanya Naomi yang sedari tadi diam.

Adam menggangukkan kepalanya. “gue gak tau dia siapa. Tapi tadi Reno keliatan marah banget sama orang itu. seumur-umur gue kenal dia, baru tadi gue liat dengan mata kepala gue sendiri seramnya Reno kalo berantem”

Naomi langsung beranjak dari duduknya dan pergi menuju lapangan begitu juga Frieska yang melihat kepergian Naomi turut ikut angkat kaki meninggalkan Adam yang terlihat masih lelah.


Didepan mereka terlihat keramaian yang menyesakkan. Frieska langsung mendorong beberapa tubuh siswa-siswi untuk memberinya jalan, Naomi pun mengikuti Frieska dari belakang.

BUGH

“mati lo brengsek !!”

BUGH

Suara melengking Reno serta hujaman kepalan tangannya ke wajah seseorang yang sudah terkulai lemah di lantai lapangan semakin membuat panas suasana. Banyak para siswa yang mencoba melerai perkelahian mereka, namun tenaga Reno yang terlihat luar biasa besarnya membuatnya begitu mudah meloloskan diri.

My Step MotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang