"Kita pulang dulu ya, Sak!" Pamit Beby pada Saktia yang berdiri di ambang pintu kosnya.
"Hati-hati, Beb. Lo bawa anak orang soalnya." Beby hanya terkekeh pelan mendengar candaan Saktia.
Saktia menghela napasnya setelah Beby menghilang dari hadapannya.
"Mungkin, takdir memang mengharuskan aku untuk menyerah." Batin Saktia.
Karena hari semakin larut dan besok dia juga ada dua mata kuliah, maka Saktia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya setelah menutup pintu kosnya.
***
Keesokan harinya...
Beby bangun dengan wajah segar. Tampak seperti tak ada beban yang menghampiri dirinya.
"Pagi, Pa, Ma." Sapanya begitu sampai di bawah.
"Pagi, Beb. Wah! Ceria sekali kamu hari ini." Beby tersenyum mendengar candaan dari Ayahnya.
"Makan dulu sarapan kamu." Sang Ibu menimpali.
Beby mengangguk patuh dan menjatuhkan duduknya kemudian mulai melahap sarapannya tersebut.
***
Beby POV
"Aku berangkat dulu ya, Pa, Ma." Pamitku pada kedua orang tuaku.
Helaan napas berat terdengar dari mulutku saat merasakan kembali sakit itu di dadaku. Entah sampai berapa lama aku harus menanggung penyakit sialan ini.
Karena tidak mau ambil pusing, akupun segera naik ke motorku yang telah dipanaskan oleh asisten rumah tanggaku dan melajukannya perlahan menuju kampus.
***
Aku sampai di kampus tepat jam 08.00 pagi. Kemacetan Ibukota di pagi hari membuatku harus berjuang menambah kecepatan motorku.
"Beb!" Aku menoleh pada asal suara itu.
"Sak! Belom masuk kelas lo?" Tanyaku.
Saktia hanya menggeleng pelan dan meraih tanganku. Matanya melihat dan menusuk ke dalam pandanganku.
"Lo kenapa sih, Sak? Aneh banget." Aku menarik tanganku dari Saktia.
"Ada sesuatu yang mau gue omongin sama lo. Tapi, gak disini." Ucap Saktia kemudian.
"Ya udah, bentar. Gue simpen jaket gue dulu."
Setelah itu, aku pun mengikuti kemana langkah Saktia membawaku.
***
Author POV
"Lo bawa gue kemari ngapain, Sak?" Tanya Boby heran.
Saktia menghela napas panjangnya dan menatap Beby. Beby yang ditatap pun hanya bisa bergidik dan mengerutkan keningnya.
"Gue tahu Shania itu udah jadi milik lo." Saktia membuka ucapannya. "Gue juga tahu kalau lo sayang banget sama Shania."
Beby merubah tatapannya menjadi curiga terhadap Saktia. Dia masih belum mengerti arah pembicaraan Saktia yang sebenarnya.
"Gue-"
"Oi! Ngapain lo berdua?!" Suara tersebut membuat Saktia dan Beby menoleh.
"Ck! Nih orang ganggu banget sih!" Batin Saktia.
Orang yang diketahui adalah Sisil tersebut pun berjalan ke arah dimana Beby dan Saktia berada.
"Minggir lo berdua! Ngalangin pemandangan gue aja!" Ucap Sisil dengan angkuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You and Her(Completed)
FanfictionPerjuangan Shania untuk kembali ke pelukan Beby, dimulai
