Shania sedang berada di sebuah supermarket untuk belanja. Karena hari ini, dia berencana untuk memasak makan malam untuk Beby serta keluarganya. Senyum terus terukir di wajahnya saat dia memilih sayur mayur yang hendak dibelinya.
"Lho Shan, belanja juga?" Shania membuang pandangannya pada orang tersebut, "Iya nih, Sak. Lo juga?"
"Iya! Gue mau nyari indomi. Buat nyetok seminggu ke depan." Jawan Saktia diiringi kekehan dari Shania. "Lo beli apa, Shan?" Lanjut Saktia bertanya.
Shania menunjukkan belanjaannya pada Saktia, "Gue mau masak di rumah Beby. Sekalian nengokin dia."
Saktia tersenyum tipis. Dalam hati, dia benar-benar telah menyesal mengacaukan semuanya. Dia juga telah berencana pergi jauh dari kehidupan Shania dan Beby.
"Sak, gue kasir dulu ya?" Ucap Shania setelah dirasa cukup belanjaannya.
"Oh iya, Shan. Titip salam gue sama Beby ya?" Balas Saktia.
"Lo gak mau sekalian ikut gue ke rumah Beby?" Saktia menggeleng, "Gue mau langsung pulang kos aja. Ntar Gaby nyariin gue lagi."
"Ok deh! Ya udah, gue tinggal ke kasir ya?" Saktia mengangguk dan tersenyum saat Shania perlahan menjauh dari hadapannya.
"Ini saatnya bagi gue untuk pergi jauh dari kehidupan kalian." Batin Saktia.
Setelah itu, Saktia pun kembali melanjutkan belanjanya.
***
Shania POV
"Terima kasih. Silahkan datang kembali." Aku tersenyum pada kasir tersebut.
Setelah itu, aku melangkah keluar dari supermarket tersebut dan buru-buru menuju ke kediaman Beby. Senyum terus saja kutunjukkan saat aku melihat belanjaan di tanganku.
Tak lama sebuah mobil berhenti di depanku. Karena aku tau ini mobil online yang kupesan, maka aku pun langsung naik ke mobil tersebut. Setelah itu, mobil tersebut pun segera meluncur ke rumah Beby.
"Hari ini akan menjadi hari yang baik." Batinku.
***
Author POV
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, mobil online yang ditumpangi Shania pun sampai di rumah Beby. Setelah mengucapkan terima kasih, Shania pun turun dan berjalan ke arah pintu rumah Beby.
Shania menghela napasnya sejenak setelah berada di depan pintu rumah dari Beby. Entah kenapa, Shania tiba-tiba merasakan gugup yang luar biasa. Kakinya menjadi lemas tiba-tiba. Tangan yang tadinya terangkat hendak menekan bel, menjadi terhempas kembali.
"Ok Shania! Lo bisa!" Gumam Shania mencoba memotivasi dirinya sendiri.
"Permisi!" Ujar Shania.
Satu detik setelah Shania mengucapkan kalimat tersebut, terdengar suara pintu dibuka dan tampaklah Mama Beby yang menyambut Shania dengan senyumannya.
"Eh Shania! Ayo masuk-masuk!" Ucap Mama Beby.
Shania tersenyum manis dan segera masuk ke dalam.
"Tante, malam ini bantuin Shania ya?" Ucap Shania.
"Bantuin apa?" Tanya Mama Beby.
"Itu--- masak makan malam buat keluarganya Tante." Jawab Shania.
Mama Beby tersenyum jahil pada Shania, "Buat keluarga Tante atau buat Beby doang nih?"
Shania terkekeh pelan kemudian membimbing Mama Beby menuju dapur untuk memasak.
***
Beby POV
KAMU SEDANG MEMBACA
Between You and Her(Completed)
FanfictionPerjuangan Shania untuk kembali ke pelukan Beby, dimulai
