#14: Ulang Tahun Saktia

895 85 4
                                        

"Anjing!"

"Kenapa lo, Beb?" Tanya Saktia.

"Gue lupa kalau hari ini hari ulang tahun sahabat gue." Jawab Beby.

Saktia mengerutkan keningnya mendengar jawaban Beby. Beruntung saat Beby berteriak sedikit keras, mereka telah selesai kelas.

"Trus, lo mau kasih sahabat lo itu apa?" Tanya Saktia sembari membereskan barangnya.

"Hmm..." Beby tampak berpikir, "Menurut lo hadiah yang bagus apaan?" Tanya Beby kemudian.

"Lah, lo tanya gue? Mana gue tahu, Beb!" Jawab Saktia tanpa melihat ke arah Beby. "Lagian kalau sahabat lo laki-laki, lo cukup kasih dia jam tangan atau semacamnya. Trus, kalau dia cewek, ya beliin dia barang yang disukainya aja."

Beby terlihat mengangguk paham dengan penjelasan Saktia. Sebenarnya, dirinya ingin memberi kejutan pada Saktia yang berulang tahun hari ini. Tapi, dia sengaja merahasiakannya.

"Ok deh, kalau gitu gue cabut duluan ya?" Pamit Beby. "Lo bisa pulang sendiri kan?"

"Iye-iye. Bawel beut dah." Balas Saktia sewot.

Tak lama setelah Beby menghilang dari pandangannya, Saktia pun berjalan keluar kelasnya dengan lesu.

***

Saktia POV

Hari ini adalah hari ulang tahunku. Tapi, bahkan sahabatku melupakan hari spesial dalam hidupku ini. Padahal setiap tahun aku selalu mengingatkannya.

Aku menghela nafasku saat menjatuhkan dudukku di sebuah halte yang tak jauh dari kampus. Sembari menunggu angkutan umum yang lewat, aku pun mengeluarkan dan memainkan ponselku.

Senyumku mengembang saat membaca pesan dari orang rumahku atau lebih tepatnya, Mamaku. Senang rasanya saat ucapan spesial itu datang dari keluarga kita sendiri.

"Aku rindu sama Mama." Batinku.

Air mata menetes membasahi pipiku saat membaca pesan dari Mamaku tersebut.

Aku menyimpan kembali ponselku saat sebuah angkutan umum berhenti tepat di depanku. Aku pun segera naik ke angkutan umum yang akan membawaku kembali ke kosanku.

***

Author POV

"Nju, kamu bisa ambil libur kan hari ini?" Tanya Beby yang saat ini sedang berada di toko Shania.

"Emangnya kenapa, Beb? Kok tiba-tiba?" Balas Shania.

"Iya, aku mau ajak kamu jalan-jalan beli kado buat Saktia. Sekalian, kita makan malam bareng." Ucap Beby yang tampak bersemangat.

Shania tersenyum mendengar Beby yang kembali cerewet padanya. Dan tanpa berpikir dua kali, Shania pun mengangguk atas ajakan Beby.

"Bentar ya, Beb. Aku ngomong sama karyawan aku dulu." Beby mengangguk membalas ucapan Shania.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Shania pun datang menghampiri Beby yang sedang menunggunya.

"Udah?" Tanya Beby melihat Shania yang telah berdiri di depannya.

"Udah. Yuk, jalan." Jawab Shania.

Beby membukakan pintu untuk Shania kemudian dia berjalan balik ke untuk membuka pintu yang satunya lagi.

Setelah memastikan Shania duduk dengan nyaman dan benar, Beby pun melajukan mobilnya perlahan menuju sebuah pusat perbelanjaan.

***

Shania POV

Aku tersenyum saat Beby menggenggam erat tanganku. Meskipun dirinya sedang sibuk mencari kado untuk Saktia, tapi genggaman tangannya tidak pernah lepas dan aku menyukai itu.

Between You and Her(Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang