When you're green you grow, when you're ripe you rot.
-MERINDU SURGA-
🍁🍁🍁
Pernah dengar kalau keadaan seseorang itu tergantung pada diri mereka sendiri? Seperti yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." [Ar-Ra'd/13:11]
Aku kembali disibukkan dengan laporan marketing yang sudah berteriak minta diselesaikan. Ini adalah pekerjaan rutinku setiap hari Senin. Kadang aku merasa hidupku monoton. Kerja, pulang ke rumah, besoknya kerja lagi, gitu aja terus sampai Spongebob dan Squidward jadi akur.
Aku menghela napas untuk meredakan rasa bosan yang tiba-tiba menyerang. Bosan, itulah yang ku rasakan saat ini. Aku bosan, tapi aku terlalu enggan untuk beranjak dari rutinitas ini. Setiap kali aku ingin mencoba hal-hal baru, selalu saja aku kalah dengan waktu.
Pernah aku dan Latifah mencoba membuka online shop rangkaian bunga. Tapi kesibukan masing-masing menjadi faktor utama gagalnya itu semua. Aku yang libur tiap hari Minggu saja seringkali kesulitan mengatur waktu. Hari liburku lebih sering ku habiskan untuk jalan-jalan atau malah tidur seharian.
Terjebak dalam zona nyaman, mungkin itu yang tengah terjadi padaku saat ini.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Terdengar ucapan salam dari ruang briefing. Pintunya sedikit terbuka, jadi aku bisa mendengarnya dari meja kerjaku yang letaknya tepat di depan ruang briefing.
Emangnya ada orang ya di dalam? Perasaan dari tadi aku di sini tidak ada orang yang masuk. Atau aku yang terlalu fokus sampai nggak sadar ada orang masuk ya? Reflek aku menepuk dahiku, hari ini kan ada seminar khusus untuk tim penjualan. Kenapa aku jadi ling lung begini?
"Sebelumnya saya mau tanya dulu nih, kalau kamu lebih pilih mana, pisang hijau atau kuning?"
Samar-samar aku mendengar pertanyaan dari si pembicara. Sebenarnya mulutku gatal ingin menyanggah, pertanyaan seperti itu anak kecil aja pasti bisa jawab. Tapi aku lebih memilih fokus pada layar komputer di hadapanku sambil terus mendengarkan.
Ku dengar suara gaduh dari para peserta seminar saling bersahutan menyebutkan pisang kuning sebagai jawaban. Tuh kan, pasti jawabannya kuning. Kalau hijau berarti masih mentah, mana ada yang mau?
"Betul sekali, sudah saya tebak kalian pasti memilih pisang kuning. Tadi pagi saya baru saja memakan pisang. Ketika sedang melahap buah tropis tersebut, saya jadi teringat dengan poster yang saya lihat ketika di supermarket."
Dahiku mengernyit mendengar ucapannya lagi. Aku mulai penasaran, sebenarnya apa sih yang ingin disampaikan? Kenapa juga pakai bawa-bawa pisang yang tidak bersalah segala? Ku tajamkan pendengaranku agar bisa menangkap dengan jelas apa yang nanti akan disampaikan.
"Poster apa, Mas?" tanya salah satu peserta. Dari suaranya aku hafal itu adalah suara Dito.
"Poster yang menarik, tahu nggak apa menariknya?" Ku dengar si pembicara terkekeh lalu melanjutkan ucapannya. "Menariknya poster yang saya lihat itu menggambarkan perkembangan kematangan pisang, ketika baru datang dari kebun pisang berwarna hijau, sampai akhirnya berwarna kuning matang masuk supermarket."
KAMU SEDANG MEMBACA
MERINDU SURGA
Dla nastolatkówKetika kamu meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberikan ganti yang lebih baik. Wafiq percaya itu. Sejak hidayah Allah menyapanya, ia mulai merindukan surga. Ujian demi ujian semakin menguatkannya. Hingga Allah hadirkan kembali f...
