Chanyeol mengerjakan pekerjaannya lebih cepat, karena beberapa pasiennya yang ada di rumah sakit sudah pulang dan hanya tinggal pemeriksaan biasa untuk konsultasi, sedangkan hari ini dia tidak memiliki janji temu yang banyak dengan pasiennya. Dia memutar kemudianya berbelok keluar dari parkiran rumah sakit.
Berhubungan jam kerjanya selesai lebih awal, sepertinya dirinya dapat mencari sesuatu yang menarik terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya yang dingin.
Ah, dia juga harus membeli beberapa bahan makanan dan perlatana memasak juga.
Chanyeol menghentikan mobiknya ketika melihat lampu lalu lintas berwarna merah. Dia mengubah persnelingnya kemudian mengalihkan pandangannya kepinggir jalan dimana para toko berjejer menjajakan apa yang mereka jual. Dia melihat sebuah butik pakaian dan seketika ingat sesuatu.
Ah, ya, dia juga harus berkunjung ke butik pamannya, mumpung ada waktu kosong yang cukup.
Chanyeol akan mengalihkan pandangannya kembalu ke lampu lalu lintas ketika dia melihat orang yang cukup di kenalnya sedang berbicara dengan anak kecil.
Oh Sehun? Dan siapa anak itu?
Chanyeol tersentak ketika klakson mobil berbunyi dari belakang mobilnya. Dia langsung menatap lampu lalu lintas yang sudah berubah jadi warna hijau. Dia merubah persnelingnya kemudian menekan gas mobilnya dengan perlahan.
*
"Siapa kamu?"
"Kyu Han, Byun Kyu Han, bukankah Baekhyun sudah mengatakannya padamu sebelumnya."
Sehun berdecak tidak suka mendengar jawaban angkuh itu. Apalagi ketika anak itu tak memanggilnya dengan sopan-
Dan apa-apan itu!? Kenapa dia memanggil nama Baekhyun langsung seperti itu!? Bukankah perempuan itu ibunya?
"Apa hubunganmu dengan Baekhyun?"
"Bukankah itu sudah jelas?"
"Aku tahu Baekhyun cukup baik, dia tidak pernah hamil atau melahirkan! Jadi siapa kamu dan dari mana kamu berasal!? Apakah kamu anak angkatnya!?"
"Baekhyun adalah ibuku, kamu hanya perlu tahu itu. Tak peduli aku anak angkatnya atau bukan, itu bukan urusanmu. Baekhyun adalah ibuku dan aku adalah anaknya!"
Sehun kesal. Dia sangat kesal mendengar suara anak itu. Dahinya berdenyut menahan kesal.
"Ya, bocah! Dimana sopan santunmu hah!? Kamu sedang berbicara dengan orang yang lebih tua darimu, kenapa nada bicaramu seperti itu!?"
Ah, dia sudah tidak dapat menahannya lagi.
"Ini di Korea! Kamu harus jaga sikapmu itu! Hormati yang lebih tua!"
Kyu Han menutup matanya menahan kesabarannya. Dia muak.
"Apakah kita keluar hanya untuk ini saja? Aku rasa, aku sudah cukup baik membiarkanmu bertanya padaku tentang Baekhyun, ternyata hanya ini yang ingin kamu tanyakan?"
"Kalau begitu percuma saja kita menjauh dari sana. Lebih baik kita kembali."
Kyu Han melangkah kakinya kembali menuju ke retoran itu, tak peduli dengan Sehun yang masih berdiri tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Baru kali ini dia lihat anak yang kurang ajar seperti itu.
Namun dia harus menenangkan dirinya terlebih dahulu.
Ada hal yang lebih penting yang harus dia tanyakan.
Sehun memutar tubuhnya kemudian berjalan menghampiri anak itu dan meraih tangannya.
Mereka bertatapan.
"Baekhyun - kenapa dia memutuskan untuk tinggal di Viena dan melarangku untuk memberi tahukan keberadaannya kesiapapun?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing You
FanfictionBisa di bilang. Dirinya sangat bodoh. Mengejar orang yang jelas-jelas sudah membohonginya selama dua belas tahun lebih. Namun dia tidak peduli itu. Karena dia selalu mengejar. Mengejar perempuan itu yang selalu menghindarinya- - Sejak awal mereka me...
