43

513 53 1
                                        

Byun Jin Ah menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dari dalam mobilnya.

Niatnya yang ingin menjumpai Chanyeol di apartemen lelaki itu karena mereka tak lama saling bertemu, malah mendapatkan pemandangan seperti ini.

Kakak tirinya sedang bersama Chanyeol dengan seorang anak laki-laki di dalam gendongan kakaknya itu.

Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Jadi, perempuan yang membuat pernikahannya batal adalah kakak tirinya sendiri?

Jin Ah memukul stir kemudi mobilnya lalu membuka tas tangannya dan mengambil ponselnya.

Dia harus menghubungi Mamanya.

Dia harus memberitahukan hal ini.

Perempuan itu sama seperti ibunya ternyata. Perebut lelaki orang.

"Eomma! Perempuan itu! Perempuan sialan itu! Anak haram itu! Dia yang membuat Chanyeol memutuskan batal menikah denganku!"

*

Byun Jin Ki meminum tehnya dengan tenang tak mempedulikan keadaan sekitarnya yang menegang. Dia mengambil sepotong cookies yang ada di hadapannya dan memakannya dengan tenang.

"Jin Ki! Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Bagaimana bisa dia berbuat seperti itu!? Dia tahu sendiri Chanyeol itu tunangan adiknya, kenapa dia merebutnya!? Kamu harus memberi dia pelajaran!"

Byun Jin Ki menatap ibunya yang menahan amarah setelah mendengar perkataan Jin Ah dan istrinya itu kemudian dia meminum tehnya sekali lagi.

"Jin Ki!"

"Sayang!"

"Papa!"

Jin Ki menaruh cangkur tehnya dengan perlahan kemudian menatap ketiga orang yang ada di hadapannya.

"Gara-gara dia hubungan keluarga Byun dengan keluarga Park jadi merenggang! Kamu tahu sendirikan bagaimana hubungan keluarga Park dengan kita!?"

Jin Ki melihat ibu serta putrinya itu mengangguk, membenarkan perkataan istrinya.

"Lantas-" Jin Ki memainkan sudut cangkir tehnya dan tersenyum tipis, "Apa yang ingin kalian lakukan setelah memberikannya pelajaran? Kalian ingin memisahkan Chanyeol dan Baekhyun?" kemudian dia melirik putrinya, "Kamu tahu sendiri alasan dia membatalkan pernikahan kalian, bukan? Dia mencintai perempuan itu dan memutuskan untuk tetap mengejarnya."

"Chanyeol itu hilang ingatan ketika kalian bertemu pertama kali, kamu sendiri tahu, kan, Jin Ah? Dan kamu tidak peduli soal itu."

"Aku sudah mengatakannya, kan dulu? Apakah kamu lupa?"

Jin Ah menundukkan kepalanya ketika Papanya menatapnya dengan tajam.

Tidak, dia tidak lupa.

Papanya sudah memperingatkannya dan dia dengan keras kepala ingin bersama Chanyeol.

"Aku tidak akan melakukan apapun, itu jawabanku."

"Dan soal hubungan keluarga Park dengan keluarga kita, itu tidak ada yang berubah, aku masih dekat dengan keluarga mereka dan merekapun menerimaku dengan baik."

"Jadi kamu sudah tahu soal ini dari dulu!? Apa-apaan itu, Jin Ki?"

Jin Ki menatap istrinya yang berteriak tak percaya padanya. Matanya menyipit dengan tajam menatap istrinya, membuat sang istri ketakutan.

"Aku hanya membiarkan apa yang terjadi ya terjadilah, aku sudah memperingatinya dan itu bukan salahku."

"Itu salahnya sendiri yang selalu merasa harus mendapatkan apapunya yang diinginkannya." Jin Ki menatap putrinya dengan tajam. "Jadikan ini pelajaran untukmu."

Jinki mendorong kursinya mundur kemudian membetulkan jas yang di pakainya. "Dan satu lagi."

"Jaga bicaramu Byun Jin Ah, dia bukan anak haram."

Dia menatap istrinya, "Ajarkan putrimu itu bersikap dengan baik. Ingatlah posisimu kembali, kamu yang memaksa masuk kesini dan aku melayanimu dengan baik, bukan? Jangan melonjak dan lakukan tugasmu dengan baik."

Kemudian dia menatap ibunya dan tersenyum tipis, "Ibu masih tidak lupa, kan?"

Jin Ki membungkukkan badannya sekilas sebagai sopan santun kemudian pergi dari ruang makan itu dengan rahang yang mengeras.

Dia harus dapat menahan dirinya.

Chasing YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang